PIDIE — Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menyatakan pihaknya masih mendalami peristiwa penertiban bendera Bulan Bintang yang berujung jatuhnya korban jiwa. Sebanyak 14 warga tercatat menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya luka-luka.
Korban tewas, Abzalul Rizal (20), merupakan warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro. Jenazahnya dimakamkan Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum desa setempat.
Enam korban luka yang masih dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafii, Mutiara Timur, Pidie, adalah Basri (46), Muhammad (48), Musliadi (40), Darul Kamal (52), Juanda (62), dan Mutia (38). Selain warga, enam personel TNI juga mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis.
Kronologi: Warga Mengadang Personel yang Hendak Menurunkan Bendera
Perayaan Maulid Nabi di Desa Pulo Keunari mencekam setelah warga yang merayakan menaikkan bendera Bulan Bintang di musala. Personel TNI dan Polri datang untuk menertibkan bendera tersebut.
Amran, warga Pulo Keunari yang berada di lokasi, menyebut aparat semula menembak ke atas. Tembakan kemudian diarahkan ke kerumunan warga yang mengadang petugas.
"Cukup jelas tembakan itu diarahkan ke kami ada banyak korban luka-luka akibat kena tembak dan ada yang meninggal," kata Amran saat dikonfirmasi.
Versi TNI AD: Persuasi Gagal, Massa Lempar Batu dan Bawa Senjata Tajam
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan insiden tersebut. Menurut dia, aparat telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia agar bendera tidak dikibarkan.
"Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya," ujar Donny dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).
Dalam proses penertiban, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Versi TNI AD, sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam.
"Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," kata Donny.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Antisipasi Kegiatan Serupa di Pidie Jaya
TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.
Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru. Hingga Kamis (5/11) pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari dilaporkan kondusif, dengan personel TNI tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat terkait.
"TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih," kata Donny.