SIGLI — Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi'i, Kamaruzzaman, merinci 12 pasien yang masuk ke instalasi gawat darurat setelah peristiwa di Kecamatan Tiro. Satu orang meninggal dunia, satu orang perempuan, tujuh orang mengalami luka dan memar, serta tiga orang lainnya dengan keluhan sakit lain.
Korban meninggal dunia merupakan laki-laki berusia 20 tahun. Ia tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.05 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Abzalul Riza, warga Gampong Baro, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie. Jenazahnya sampai di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i pada sore hari, tak lama setelah insiden terjadi.
"Dari 12 orang tersebut, satu orang meninggal dunia, satu orang perempuan, tujuh orang mengalami luka dan memar, serta tiga orang lainnya dengan keluhan sakit lain," kata Kamaruzzaman saat dikonfirmasi media.
Penembakan terjadi saat warga sipil menggelar kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Kegiatan itu diwarnai pengibaran bendera Bintang Bulan.
Aksi tersebut memicu ketegangan antara aparat dan masyarakat. Sejumlah warga pun menjadi korban dalam situasi yang memanas tersebut.
Data pasien yang dihimpun pihak rumah sakit tercatat hingga pukul 21.30 WIB, Rabu (4/11/2026). Sebelas orang lainnya masih menjalani perawatan dan pemeriksaan medis dengan kondisi berbeda-beda.
Pihak RSUD belum merinci lebih jauh tingkat keparahan luka yang dialami para korban selamat. Mereka yang mengalami luka dan memar menjalani penanganan di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.
Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun instansi keamanan lain soal siapa pelaku penembakan. Penyebab pasti ketegangan antara aparat dan warga di lokasi kenduri juga belum dijelaskan secara rinci.
Warga Kecamatan Tiro menunggu kejelasan atas peristiwa yang menelan satu korban jiwa tersebut. Penanganan hukum dan proses pemeriksaan saksi menjadi langkah yang dinantikan untuk mengungkap rangkaian kejadian sebenarnya.