Pencarian

Cara Cuci Beras Fortifikasi agar Nutrisinya Tidak Hilang

Minggu, 20 September 2026 • 12:10:01 WIB
Cara Cuci Beras Fortifikasi agar Nutrisinya Tidak Hilang

ACEH — Beras fortifikasi mengandung tambahan vitamin B1, B12, asam folat, zat besi, dan zinc yang bisa luruh kalau salah cara mencucinya. Pakar Gizi Universitas Andalas Dr Syahrial, SKM, M.Biomed membagikan panduan mencuci beras fortifikasi yang benar, mulai dari gerakan tangan sampai jumlah air bilasan, supaya asupan gizi keluarga tetap utuh saat nasi matang.

Beras fortifikasi dirancang untuk menambah asupan zat gizi mikro harian, tapi kandungan itu justru rawan hilang di langkah paling awal: mencuci beras. Gerakan meremas dan bilasan berulang membuat vitamin yang ditambahkan larut bersama air cucian.

Vitamin yang Paling Mudah Hilang saat Dicuci

Beras fortifikasi membawa lima komponen gizi tambahan, yaitu vitamin B1, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Dari kelimanya, vitamin paling rentan berkurang konsentrasinya selama pengolahan.

Vitamin B1, B12, dan asam folat larut air dan tidak tahan panas, sehingga pencucian maupun pemasakan bisa menurunkan kadarnya. Zat besi dan zinc relatif lebih stabil karena terikat kuat pada butiran beras.

Cara Mencuci Beras Fortifikasi yang Benar

Dr Syahrial menekankan satu aturan utama: jangan pernah meremas beras. Cukup tuang air, bolak-balik butiran secara perlahan, lalu buang airnya.

"Cara mencuci beras yang benar itu seperti apa? Tidak diremas, tapi dituang air, kemudian dibolak-balik seperti itu aja, kemudian airnya dibuang. Satu kali saja cukup untuk mempertahankan komponen vitamin tadi itu," jelas Syahrial kepada detikcom, Jumat (18/9/2026).

Artinya, ibu tidak perlu mencuci beras sampai airnya bening. Satu kali bilasan dengan gerakan lembut sudah cukup membersihkan kotoran sambil mempertahankan nutrisi tambahan.

Kesalahan yang Sering Terjadi di Dapur

Kebiasaan mencuci beras tiga sampai empat kali sampai air benar-benar jernih justru menjadi penyebab utama vitamin larut terbuang. Semakin sering bersentuhan dengan air, semakin banyak kandungan gizi yang hilang.

Meremas beras juga memperbesar risiko ini karena butiran tergosok dan lapisan fortifikasi lebih mudah terlepas. Gerakan membolak-balik pelan memberi hasil bersih tanpa mengorbankan zat gizi.

Nutrisi Tetap Perlu dari Sumber Lain

Beras fortifikasi bisa jadi sumber tambahan zat gizi mikro dalam menu harian keluarga. Meski begitu, Syahrial mengingatkan bahwa kebutuhan vitamin dan mineral tidak cukup dipenuhi dari satu jenis pangan saja.

Ibu tetap perlu menyandingkan nasi dengan buah, sayur, protein hewani, dan nabati. Variasi pangan inilah yang memastikan asupan gizi anak dan keluarga tetap lengkap setiap hari.

Yang Perlu Diperhatikan Setelah Beras Dicuci

Selain proses mencuci, pemanasan saat memasak juga bisa menurunkan kadar vitamin pada beras fortifikasi. Besarnya perubahan itu masih perlu dibuktikan lewat penelitian yang membandingkan kandungan gizi sebelum dan sesudah dimasak.

Untuk sementara, langkah paling aman adalah mencuci sekali dengan lembut, tidak meremas, dan tidak membuang air bilasan berkali-kali. Cara sederhana ini membantu nutrisi tambahan tetap sampai ke meja makan.

Memilih beras fortifikasi saja tidak cukup kalau cara mencucinya keliru. Satu kali bilasan lembut tanpa diremas menjadi kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi asupan vitamin B1, B12, dan asam folat keluarga.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks