ACEH — Timnas voli putri Indonesia menutup perjalanan di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 di peringkat keenam setelah takluk 0-3 (15-25, 20-25, 11-25) dari Chinese Taipei di Park Arena Komaki, Jepang. Kekalahan ini menjadi laga keempat sekaligus mengunci rekor dua menang dan dua kalah sepanjang turnamen.
Chinese Taipei menguasai tempo sejak set pembuka. Indonesia sempat menempel perolehan angka di set kedua, tetapi tidak pernah benar-benar mengambil kendali pertandingan. Set ketiga berjalan paling berat: Indonesia hanya mampu mencetak 11 poin sebelum laga ditutup 25-11.
Selisih Poin Capai 29 di Statistik Serangan
Ketimpangan angka terlihat jelas dari total poin. Chinese Taipei mengemas 75 poin, Indonesia 46 poin. Dari kesalahan lawan, Chinese Taipei mendapat 20 poin, sementara Indonesia 11 poin.
Masalah terbesar Indonesia ada di sektor serangan. Dari 116 percobaan spike, tim Merah Putih hanya menghasilkan 31 poin. Chinese Taipei lebih efisien dengan 43 poin dari 106 percobaan.
- Serangan: Chinese Taipei 43 poin (106 percobaan), Indonesia 31 poin (116 percobaan)
- Servis: Chinese Taipei 6 poin langsung, Indonesia 0 poin
- Blok: Chinese Taipei 6 poin (48 percobaan), Indonesia 4 poin (35 percobaan)
- Dig: Chinese Taipei 43 dari 63 percobaan (69 persen), Indonesia 38 dari 67 percobaan (57 persen)
Dua Kemenangan Jadi Modal di Tengah Jadwal Padat
Perjalanan Indonesia di Aichi–Nagoya dibuka dengan kemenangan atas Nepal. Setelah itu, tim asuhan pelatih nasional ini takluk dari tuan rumah Jepang di fase grup.
Hasil tersebut membawa Indonesia ke perempat final, tempat langkah mereka dihentikan Thailand. Kesempatan melanjutkan kompetisi lewat pertandingan klasifikasi tidak disia-siakan: Indonesia mengalahkan Vietnam dan melaju ke perebutan peringkat kelima dan keenam.
Di laga penentuan itu, Chinese Taipei kembali menunjukkan kualitasnya. Indonesia harus puas finis di posisi keenam dari total peserta yang tampil di cabang bola voli putri.
Peluang Medali Beralih ke Tim Putra
Untuk cabang bola voli, harapan Indonesia meraih medali kini bertumpu pada tim putra. Skuad putra dijadwalkan mulai bertanding pada 27 September 2026.
Peringkat keenam ini menjadi catatan tersendiri bagi voli putri Indonesia di panggung Asian Games. Dua kemenangan dari empat laga menunjukkan ada peningkatan performa, meski ketimpangan statistik di laga melawan Chinese Taipei memperlihatkan jarak yang masih harus dikejar.