ACEH — Tesla kembali menggeser jadwal demonstrasi Roadster 2.0 selama dua pekan dengan alasan cuaca buruk. CEO Elon Musk menyebut kondisi tidak memungkinkan untuk menampilkan mobil yang diklaim memiliki kemampuan terbang tersebut. Penundaan ini menambah daftar panjang pergeseran jadwal sejak Roadster pertama kali dijanjikan sembilan tahun lalu.
Pergeseran jadwal ini bukan yang pertama bagi Tesla. Selama sembilan tahun, pabrikan asal Amerika Serikat itu berulang kali mengubah target peluncuran Roadster generasi kedua. Publik yang menantikan kehadiran mobil sport listrik ini sudah terbiasa dengan pengumuman penundaan.
Alasan Cuaca Jadi Dalih Penundaan Terbaru
Musk menyampaikan bahwa prakiraan cuaca tidak mendukung untuk menggelar demonstrasi pada jadwal semula. Ia memutuskan menunda acara tersebut sekitar dua pekan ke depan.
Roadster 2.0 dipromosikan sebagai kendaraan yang memiliki kemampuan terbang. Klaim itu belum pernah dibuktikan dalam demonstrasi publik hingga kini.
Uni Eropa Tunda Voting Full Self-Driving
Di wilayah lain, Uni Eropa menunda jadwal pemungutan suara untuk menyetujui sistem Full Self-Driving (Supervised) milik Tesla. Penundaan itu mendorong jadwal voting paling cepat ke Desember.
Langkah ini menambah ketidakpastian regulasi bagi fitur bantuan mengemudi Tesla di pasar Eropa. Otoritas setempat belum memberikan kepastian kapan persetujuan akan diberikan.
Volvo Pindahkan 3 Juta Ton Tanah Secara Otonom
Volvo mencatat pencapaian berbeda di sektor kendaraan otonom. Pabrikan asal Swedia itu memindahkan tiga juta ton tanah menggunakan armada yang beroperasi tanpa pengemudi.
Pencapaian tersebut menunjukkan penerapan teknologi otonom di sektor pertambangan dan konstruksi. Volvo memakai kendaraan otonom untuk operasi pengangkutan material dalam skala besar.
Survei soal Tanggung Jawab Kecelakaan Robotaxi
Isu lain yang mencuat adalah pertanyaan soal siapa yang bertanggung jawab ketika robotaxi mengalami kecelakaan. Survei yang digelar meminta publik menilai pihak yang seharusnya menanggung akibat dari insiden tersebut.
Pertanyaan ini relevan seiring semakin banyaknya kendaraan otonom yang beroperasi di jalan umum. Regulasi soal tanggung jawab hukum masih menjadi perdebatan di berbagai negara.
Harga Roadster dan Ekspektasi Pasar
Roadster 2.0 diposisikan sebagai mobil sport listrik berperforma tinggi dengan banderol yang jauh di atas model Tesla lainnya. Angka sekitar 250.000 dolar AS pernah disebut terkait harga kendaraan ini.
Hingga kini belum ada unit produksi yang bisa dikendarai atau bahkan dilihat langsung oleh publik. Konsumen yang sudah melakukan pemesanan masih menunggu kepastian kapan mobil tersebut benar-benar hadir.