Pencarian

BMKG Catat Hujan Ekstrem di Kalteng, Musim Hujan Baru Mulai November

Rabu, 30 September 2026 • 17:05:01 WIB
BMKG Catat Hujan Ekstrem di Kalteng, Musim Hujan Baru Mulai November
BMKG mencatat curah hujan ekstrem 171,0 mm per hari di Kalimantan Tengah pada 25-27 September.

ACEH — BMKG mencatat curah hujan ekstrem 171,0 mm per hari di Kalimantan Tengah pada periode 25-27 September, tertinggi di antara enam wilayah yang diguyur hujan lebat. Meski sejumlah daerah masih dilanda kekeringan, dinamika atmosfer seperti Gelombang Equatorial Rossby memicu pertumbuhan awan konvektif. BMKG memperkirakan musim hujan baru tiba bertahap mulai November 2026.

Kalimantan Tengah mencatat curah hujan 171,0 mm per hari, disusul Sumatera Barat 162,0 mm per hari dan Sumatera Utara 158,5 mm per hari. Kepulauan Riau menyusul dengan 132,0 mm per hari, lalu Jawa Barat 99,0 mm per hari dan Aceh 84,0 mm per hari. Data ini dihimpun BMKG sepanjang periode 25-27 September.

Hujan lebat hingga ekstrem muncul di tengah cuaca kering yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG menilai dinamika atmosfer skala lokal tetap mampu mendorong potensi hujan signifikan meski musim kemarau belum berakhir.

Pemicu Hujan Lebat di Tengah Kemarau

BMKG menyebut tiga faktor utama yang membentuk kondisi ini: aktivitas Gelombang Equatorial Rossby, suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan, serta terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin.

"Kombinasi kondisi tersebut mendukung proses pengangkatan massa udara sekaligus meningkatkan ketersediaan uap air, sehingga menyebabkan pertumbuhan awan konvektif," ujar BMKG dalam laman resminya, dikutip Rabu (30/9).

Awan konvektif inilah yang kemudian menjatuhkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat. Pola seperti ini lazim muncul di masa transisi, ketika pasokan uap air lokal masih tersedia meski secara umum wilayah sedang kering.

Daftar Wilayah Diguyur Hujan Lebat 25-27 September

Enam provinsi tercatat mengalami hujan lebat hingga ekstrem pada periode tersebut, dengan sebaran curah hujan harian sebagai berikut:

  1. Kalimantan Tengah: 171,0 mm/hari
  2. Sumatera Barat: 162,0 mm/hari
  3. Sumatera Utara: 158,5 mm/hari
  4. Kepulauan Riau: 132,0 mm/hari
  5. Jawa Barat: 99,0 mm/hari
  6. Aceh: 84,0 mm/hari

Angka 171,0 mm dalam sehari masuk kategori ekstrem dan berpotensi memicu genangan, banjir lokal, hingga longsor di wilayah berlereng. Bagi pelaku usaha pertanian dan logistik di daerah terdampak, kejadian ini jadi pengingat bahwa jadwal distribusi dan panen perlu mengantisipasi hujan tak terjadwal.

Kapan Musim Hujan 2026/2027 Dimulai

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan awal musim hujan datang secara bertahap, tidak serentak. Sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada November 2026.

"Awal musim hujan 2026-2027, terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026," kata Faisal dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan 2026/2027 yang berlangsung daring, Selasa (22/9).

Wilayah yang masuk lebih awal pada November meliputi sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.

Sementara 266 ZOM atau 17,31 persen diprediksi baru masuk awal musim hujan pada Desember 2026. Cakupannya mencakup sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.

Mayoritas Wilayah Masuk Musim Hujan Lebih Lambat

Yang perlu dicermati: BMKG memprediksi awal musim hujan mundur di 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia. Artinya, mayoritas wilayah justru akan menunggu lebih lama sebelum hujan rutin datang.

Bagi pengguna aplikasi cuaca dan pelaku bisnis yang bergantung pada siklus hujan — perkebunan, konstruksi, hingga e-commerce yang mengandalkan pengiriman darat — periode transisi ini menuntut pemantauan prakiraan harian, bukan sekadar asumsi jadwal musiman.

BMKG menegaskan hujan ekstrem lokal seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah bisa tetap muncul di tengah kemarau. Pemantauan dinamika atmosfer harian jadi kunci, terutama menjelang peralihan menuju musim hujan pada November mendatang.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks