Pencarian

Keluhan Mobil Listrik di Bengkel Umum Didominasi AC Tak Dingin dan Limp Mode

Rabu, 07 Oktober 2026 • 17:04:31 WIB
Keluhan Mobil Listrik di Bengkel Umum Didominasi AC Tak Dingin dan Limp Mode
Teknisi memeriksa sistem AC mobil listrik di bengkel umum.

ACEH — AC tidak dingin dan limp mode jadi dua keluhan paling sering diterima bengkel umum dari pemilik mobil listrik di Indonesia. Wuling Air ev termasuk model yang kerap ditemui dengan masalah karet seal expansion valve hingga filter AC kotor. Biaya penanganan AC dimulai dari Rp150.000, sementara limp mode perlu dipindai dengan scanner khusus tegangan tinggi.

Andrew Jonathan, Manager Domo Hybrid EV, mengungkap pola keluhan yang masuk ke bengkel non-resmi dari pemilik kendaraan listrik. Kedua masalah itu disebut paling sering ditangani di bengkel yang sudah punya kemampuan menangani hybrid dan electric vehicle.

Keluhan tersebut disampaikan Andrew kepada Kompas.com. Populasi mobil listrik yang bertambah membuat pemilik mulai mencari alternatif servis di luar jaringan bengkel resmi.

AC Tidak Dingin Disebabkan Kebocoran Freon hingga Kompresor

Masalah AC paling sering berakar pada berkurangnya freon akibat kebocoran di beberapa titik sistem pendingin. Kondensor, evaporator, dan selang AC jadi lokasi kebocoran yang umum ditemui.

Sistem pelumasan kompresor juga perlu dicek. Kalau oli kompresor dan freon belum pernah dilakukan flushing dalam waktu lama, oli bisa mengotor atau menghitam dan mengganggu kinerja sistem AC.

Komponen yang bocor harus diganti. Setelah penggantian sparepart, proses flushing AC jadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan.

Wuling Air ev Kerap Ditemui dengan Masalah Seal dan Kondensor

Pada Wuling Air ev, masalah AC tidak dingin cukup sering ditemui di bengkel umum. Penyebabnya antara lain karet seal pada expansion valve atau area kondensor yang mulai aus.

Kondensor juga bisa rusak akibat benturan kerikil saat mobil dipakai. Dalam jangka panjang, korosi dari kotoran yang menumpuk memperburuk kondisi komponen tersebut.

Filter AC yang terlalu kotor menghambat aliran udara. Embusan AC pun terasa tidak maksimal meski sistem pendingin bekerja normal.

Biaya Perbaikan AC Bergantung Jumlah Komponen yang Diganti

Estimasi penanganan AC mobil listrik dimulai sekitar Rp150.000 hingga jutaan rupiah. Semakin banyak komponen yang harus diganti, semakin besar biaya perbaikan yang disiapkan pemilik.

Limp Mode Dipicu Baterai hingga Korsleting Jalur Kabel

Keluhan kedua yang cukup sering ditemukan adalah mobil listrik tiba-tiba masuk safe mode atau limp mode. Sistem kendaraan membatasi performa, bahkan pada kasus tertentu mobil tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan scanner khusus untuk mengetahui sumber masalah. Hasil pemindaian dapat mengarah ke baterai atau Power Distribution Unit (PDU).

Masalah juga dapat berkaitan dengan jalur kabel yang mengalami short atau korsleting. Karena kendaraan listrik memakai sistem tegangan tinggi, gangguan pada sistem kelistrikan tidak bisa dianggap sepele.

Limp Mode Bukan Selalu Tanda Kerusakan Parah

Masuknya mobil ke limp mode tidak semata-mata menunjukkan kerusakan berat. Sistem tersebut dirancang sebagai fitur keselamatan kendaraan.

Saat mendeteksi masalah pada sistem tegangan tinggi, kendaraan otomatis membatasi atau memutus aliran daya. Tujuannya mencegah kerusakan komponen lain meluas sekaligus mengurangi risiko kebocoran arus listrik.

Syarat Bengkel Umum yang Layak Menangani Mobil Listrik

Tidak semua bengkel umum punya fasilitas dan teknisi yang kompeten menangani kendaraan listrik. Pemilik perlu memastikan bengkel memiliki scanner khusus EV serta teknisi yang memahami sistem tegangan tinggi atau high voltage.

Karakteristik dan risiko kendaraan listrik berbeda dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Salah pilih bengkel bisa berujung pada kerusakan komponen yang lebih mahal.

Status Garansi Perlu Dicek Sebelum Servis di Luar Jaringan Resmi

Satu hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil listrik sebelum membawa kendaraannya ke bengkel umum adalah status garansi. Servis di luar jaringan resmi berpotensi memengaruhi cakupan garansi pabrikan.

Pemilik disarankan lebih teliti memilih bengkel, terutama untuk pekerjaan yang menyentuh sistem tegangan tinggi. Pastikan bengkel bersedia menjelaskan prosedur dan komponen yang diganti secara transparan.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otoinfo.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks