ACEH — OpenAI resmi merilis GPT-6 yang membawa fitur Intelligent UI, membuat ChatGPT mampu menyajikan jawaban visual dan interaktif seperti gambar, diagram, hingga simulasi. Product Manager OpenAI Aarush Selvan menyatakan fokus perusahaan bukan menggantikan mesin pencari, melainkan memastikan pengguna mendapat jawaban terbaik. Kemampuan ini membuka pertanyaan soal potensi pergeseran kebiasaan pencarian informasi di internet.
OpenAI memperkenalkan Intelligent UI sebagai lapisan antarmuka baru di ChatGPT yang memungkinkan model GPT-6 menghasilkan jawaban dalam format visual, bukan sekadar teks. Pengguna dapat menerima keluaran berupa gambar, diagram, simulasi interaktif, hingga elemen yang bisa dieksplorasi langsung di dalam percakapan.
Kemampuan ini menandai pergeseran fungsi ChatGPT dari chatbot berbasis teks menjadi alat bantu penyelesaian tugas yang lebih kaya format. OpenAI menyebut Intelligent UI sebagai upaya menjawab kebutuhan pengguna yang tidak selalu puas dengan jawaban tertulis.
Apa Itu Intelligent UI dan Bagaimana Cara Kerjanya
Intelligent UI memungkinkan GPT-6 menyusun informasi dalam format visual yang lebih mudah dipahami. Alih-alih menampilkan daftar rekomendasi berbasis teks, ChatGPT dapat menyajikan kumpulan gambar produk atau elemen interaktif yang membantu pengguna mengeksplorasi pilihan.
Dalam demonstrasi yang ditampilkan, ChatGPT mampu membuat simulasi interaktif untuk menjelaskan aturan offside sepak bola. Model yang sama juga menghasilkan diagram yang memperlihatkan bagaimana sayap pesawat menghasilkan gaya angkat.
Pengguna tidak hanya membaca penjelasan, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan materi untuk memahami konsep yang dipelajari. Format keluaran menyesuaikan jenis pertanyaan yang diajukan.
Belanja Online Jadi Contoh Penggunaan Utama
Aarush Selvan mencontohkan aktivitas belanja online sebagai salah satu penggunaan yang mendapat manfaat besar dari Intelligent UI. Banyak orang memakai ChatGPT untuk mencari rekomendasi produk, mendapatkan inspirasi belanja, hingga membandingkan pilihan sebelum membeli.
"Banyak orang datang ke ChatGPT untuk bertanya mengenai produk apa yang bisa mereka beli, mencari inspirasi, dan mengeksplorasi berbagai pilihan. Namun, hal itu sebenarnya cukup sulit dilakukan jika semua yang ditampilkan hanya teks," kata Aarush dalam sesi briefing media virtual, Kamis (8/10/2026).
Ia menegaskan pengguna ingin melihat tampilan produk yang sedang dipertimbangkan. "Orang-orang ingin melihat seperti apa tampilan produk. Dengan kemampuan ini, kami dapat menyajikan jawaban secara jauh lebih visual dan berharap bisa membantu mereka dengan lebih baik," lanjutnya.
Pendidikan Jadi Bidang Kedua yang Disasar
OpenAI melihat potensi besar Intelligent UI di sektor pendidikan dan pembelajaran. Simulasi interaktif dan diagram dinamis disebut lebih efektif menjelaskan konsep rumit dibanding paragraf teks.
Aarush menyatakan perusahaan antusias melihat penggunaan baru yang mungkin muncul. "Kami sangat antusias bukan hanya untuk membantu orang dengan penggunaan ChatGPT yang sudah ada, seperti berbelanja, tetapi juga melihat penggunaan baru apa saja yang dimungkinkan oleh kemampuan ini," ujarnya.
Akankah Menggeser Google Search
Pertanyaan soal potensi Intelligent UI mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap mesin pencari tradisional seperti Google Search belum mendapat jawaban pasti dari OpenAI. Aarush menyebut masih terlalu dini untuk menyimpulkan.
"Untuk saat ini, memang masih agak sulit mengatakannya. Motivasi utama kami adalah membantu orang menggunakan ChatGPT dan mendapatkan jawaban terbaik," jelasnya.
OpenAI memilih mengamati lebih dulu bagaimana pengguna memanfaatkan Intelligent UI dan kebutuhan baru apa yang muncul. "Kami akan melihat bagaimana orang-orang menggunakannya dan penggunaan baru apa saja yang mereka temukan setelah teknologi ini tersedia," pungkas Aarush.
Bagi pengguna di Indonesia, kemampuan visual ChatGPT berpotensi mengubah cara mencari rekomendasi produk hingga mempelajari materi edukasi. Namun klaim penggeseran Google Search masih jauh dari bukti, mengingat OpenAI sendiri belum menargetkan segmen mesin pencari secara eksplisit.