Pencarian

Everton Dijual Friedkin Group, Tapi Calon Pembeli Bakal Berpikir Dua Kali

Jumat, 09 Oktober 2026 • 22:02:36 WIB
Everton Dijual Friedkin Group, Tapi Calon Pembeli Bakal Berpikir Dua Kali
The Friedkin Group resmi menempatkan Everton di pasar transfer kepemilikan klub.

ACEH — The Friedkin Group resmi menempatkan Everton di pasar transfer kepemilikan klub. Namun mencari pembeli baru bukan perkara mudah: rasio gaji terhadap pendapatan Everton mencapai 79 persen pada musim 2024/25, tertinggi di antara klub-klub Premier League yang datanya tersedia. Utang bersih klub disebut menembus 380 juta poundsterling.

Keputusan TFG untuk mundur dari Merseyside disampaikan melalui pernyataan resmi klub. Bagi suporter Everton, kabar ini terasa seperti tamparan kedua setelah bertahun-tahun ketidakpastian finansial dan perjuangan menghindari degradasi. Bagi kalangan investor, terutama gelombang dana ekuitas swasta Amerika yang kini menguasai lebih dari separuh klub Premier League, Everton justru tidak masuk hitungan.

Rasio Gaji 79 Persen, Margin Hanya 21 Persen untuk Operasional

Deloitte dalam Annual Review of Football Finance mencatat Everton mencatatkan rasio upah terhadap pendapatan sebesar 79 persen untuk musim 2024/25. Angka itu berarti hampir empat per lima dari setiap pound yang masuk langsung habis untuk gaji pemain dan staf.

Sisanya, sekitar 21 persen, harus menutup biaya operasional pertandingan, pembayaran utang, perjalanan, pembinaan usia muda, dan beban administrasi. Bagi calon pembeli, struktur biaya seperti itu menandakan aset yang dikelola tidak efisien dan butuh pemangkasan besar sebelum bisa menghasilkan laba.

Pendapatan 197 Juta Poundsterling, Setara Crystal Palace

Pada 2024/25, Everton menghasilkan 197 juta poundsterling. Jumlah itu sama persis dengan yang dibukukan Crystal Palace dan hanya 3 juta poundsterling lebih tinggi dari Fulham yang mengumpulkan 194 juta poundsterling.

Perbandingan itu menjadi masalah tersendiri. Bagi investor Amerika yang mencari prestise internasional, klub berbasis London seperti Palace atau Fulham jauh lebih menarik. Basis di ibu kota memberi akses ke korporat, keramaian wisata, dan visibilitas merek global yang tidak dimiliki klub di Inggris utara.

Stadion Baru Hill Dickinson Datang dengan Beban Utang

Pindah ke Hill Dickinson Stadium memang diyakini akan mendongkrak pendapatan matchday dan komersial mulai musim 2025/26. Tapi stadion baru tidak dibayar tunai. Klub memakai pinjaman dan struktur utang kompleks.

Calon pembeli tidak hanya membeli klub sepak bola, tetapi juga mewarisi ratusan juta poundsterling sisa pembiayaan stadion yang wajib dilunasi terlepas dari performa di lapangan. The Times melaporkan angka itu sudah diperhitungkan dalam harga jual, dan dengan utang bersih yang dilaporkan mencapai 380 juta poundsterling, banderol yang dipasang TFG berada di kisaran 800 juta poundsterling.

Skuad Terkecil di Premier League, Ndiaye Sudah Dijual

Everton saat ini memiliki skuad paling tipis di Premier League. Yang lebih merugikan, klub disebut efektif melikuidasi aset pemain paling berharga pada jendela transfer musim panas dengan melepas Iliman Ndiaye ke Manchester City.

Langkah itu memangkas kemampuan pemilik baru untuk menghasilkan modal internal lewat jual-beli pemain. Pembeli dipaksa menggelontorkan dana besar di pasar transfer hanya untuk menjaga tim tetap kompetitif, tanpa bantalan penjualan pemain bernilai tinggi untuk menutup pengeluaran.

Bayang-Bayang Liverpool di Kota Dua Klub

Everton tetap menjadi entitas komersial nomor dua di kota yang sama dengan Liverpool. Bagi konglomerat olahraga Amerika yang mengejar sponsor internasional dan dominasi media, membeli merek lapis kedua di kotanya sendiri bukan profil yang dicari.

Investor yang mengincar klub di Inggris utara justru lebih memilih kota dengan satu klub, di mana satu tim menguasai ekosistem komersial, dukungan publik, dan basis penggemar tanpa terbagi. Everton tidak menawarkan posisi eksklusif itu.

Premier League Semakin Dikuasai Modal Amerika

Liga Inggris belum pernah menerima begitu banyak modal Amerika. Dana ekuitas swasta dan grup olahraga memandang sepak bola Inggris sebagai produk olahraga terbaik dunia. Tapi akuisisi terbaru menunjukkan investor modern menuntut salah satu dari tiga hal: status global, potensi pertumbuhan dengan utang rendah, atau posisi di ibu kota.

Everton tidak punya ketiganya. Klub ini menanggung utang hampir 400 juta poundsterling, rasio upah yang bengkak, skuad yang menipis, dan persaingan regional yang berat. Dengan TFG yang berniat melepas kepemilikan, Everton bisa menunggu lama sebelum menemukan pihak yang bersedia menanggung tantangan tersebut.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks