ACEH — Independent Football Regulator (IFR) merekomendasikan klub-klub sepak bola Inggris menerapkan kontrol biaya yang lebih ketat. Laporan State of the Game setebal 250 halaman itu mengungkap 94% dari 116 klub teratas mengalami kerugian, dengan konsultasi publik selama delapan pekan dimulai pekan ini.
Draf laporan tersebut akan diterbitkan pada Selasa, dengan versi final menyusul pada musim semi setelah periode konsultasi publik selama delapan pekan. Ketua IFR David Kogan dan CEO Richard Monks dijadwalkan memaparkan rincian rekomendasi dalam konferensi pers di Manchester.
Laporan ini lahir dari Football Governance Act yang membentuk IFR, dan butuh hampir 18 bulan untuk menyusun studi paling mendetail tentang industri sepak bola beserta keuangannya.
94 Persen Klub Merugi, Gambaran Suram Keuangan Sepak Bola Inggris
State of the Game melukiskan kondisi finansial sepak bola pria Inggris secara keras. Dari 116 klub teratas, 94% di antaranya mencatat kerugian. Temuan ini menjadi dasar utama rekomendasi kontrol biaya yang akan diajukan regulator.
Rekomendasi tersebut ditujukan bagi regulator dan klub untuk memperbaiki keberlanjutan finansial kompetisi. IFR juga memiliki kewenangan menilai kelayakan pemilik, direktur, dan eksekutif senior "jika terdapat bukti jelas adanya pelanggaran oleh individu".
Bayangi Manchester City dan Negosiasi Premiership-EFL
Konferensi pers di Manchester diperkirakan didominasi pertanyaan soal apakah regulator bisa memaksa penjualan Manchester City jika vonis bersalah dari komisi independen dikuatkan di tingkat banding.
Klub-klub EFL menanti laporan ini dengan harapan memberi dorongan dalam negosiasi kesepakatan finansial baru dengan Premier League. Namun laporan itu bisa jadi tidak berpihak, mengingat kemungkinan terungkapnya belanja berlebihan dan tidak berkelanjutan oleh banyak klub divisi bawah.
Tawaran Rp3,6 Triliun per Tahun dan Permintaan EFL yang Lebih Tinggi
Premier League telah menawarkan kesepakatan baru kepada EFL senilai £180 juta per tahun selama 10 tahun, naik signifikan dari angka saat ini £150 juta. EFL menuntut £207 juta per tahun plus opsi negosiasi ulang setelah lima tahun.
EFL juga mengusulkan pembentukan "lifeboat fund" baru untuk klub-klub yang mengalami kesulitan finansial. IFR berwenang memaksakan kesepakatan kepada kedua liga jika mereka tidak mencapai mufakat sendiri.
Kedua belah pihak diperkirakan akan memanfaatkan elemen-elemen dalam laporan untuk memperkuat argumen masing-masing. Konsultasi publik delapan pekan yang dimulai pekan ini akan menentukan bentuk final rekomendasi yang masuk ke versi akhir musim semi.