ACEH — Premier League kembali mengonfirmasi dominasi Erling Haaland di lini depan. Musim 2025/2026, pemain asal Norwegia itu mempertahankan mahkota topskor dengan torehan 27 gol — meski angkanya turun drastis dari rekor 36 gol pada musim debutnya 2022/2023. Namun, konsistensi justru jadi pembeda utama Haaland di tengah persaingan yang kian ketat.
Igor Thiago dari Brentford menjadi kejutan musim ini dengan 22 gol di posisi kedua. Penyerang Brasil itu tampil sebagai andalan utama lini serang The Bees. Sementara itu, Antoine Semenyo — yang bergabung ke Manchester City dari Bournemouth pada Januari lalu — menguntit dengan 17 gol.
Ollie Watkins dari Aston Villa menempati posisi keempat dengan 16 gol. Watkins juga mencatat momen manis saat membantu Villa mengalahkan Manchester City di laga penutup musim. Joao Pedro (Chelsea) dan Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest) sama-sama mengoleksi 15 gol, disusul Viktor Gyokeres dan Dominic Calvert-Lewin dengan 14 gol.
Pencapaian tiga Sepatu Emas beruntun ini menempatkan Haaland dalam jajaran legenda Premier League. Namun, tantangan besar sudah menanti. Isu kepindahan Pep Guardiola dari kursi pelatih City mulai mencuat. Banyak pihak bertanya apakah Haaland bisa mempertahankan ketajamannya di bawah sistem permainan yang mungkin berubah total musim depan.
Kehadiran Haaland di kotak penalti lawan tetap menjadi momok bagi setiap lini belakang. Meskipun jadwal padat dan persaingan papan atas makin sengit, produktivitasnya tak menunjukkan tanda-tanda melandai. Ia tetap mampu menjaga level permainan di tengah tuntutan fisik tinggi.
Dengan usia yang masih sangat muda, Haaland diprediksi akan terus memecahkan berbagai rekor individu. Kini, semua mata tertuju pada musim depan: apakah ia tetap jadi mesin gol Manchester City tanpa Guardiola di kursi pelatih?