ACEH — Program yang digagas BRI ini dibuka melalui kegiatan kick-off secara daring pada Kamis, 7 Mei 2026. Tahun ini, BRI menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan tema "Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan."
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan program ini dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan desa berbasis social entrepreneurship dan inkubasi. Pelaksanaannya berlangsung dalam dua batch sepanjang Mei hingga November 2026.
"Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan," ujar Akhmad dalam keterangan resmi, Senin (25/5).
Program Desa BRILiaN 2026 mencakup tiga tahapan utama. Pertama, empowerment berupa pelatihan daring selama dua bulan. Kedua, assistance atau pendampingan intensif bagi desa-desa terbaik. Ketiga, graduation dalam bentuk apresiasi dan penghargaan bagi desa unggulan.
Materi pelatihan mencakup legalitas kerja sama, pengelolaan dana desa, penguatan tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa, serta pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, hingga industri pengolahan.
Hingga akhir Maret 2026, program ini telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia. Sektor unggulan yang dikembangkan mencakup pariwisata, jasa, perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian dan peternakan.
Akhmad menambahkan, penguatan kapasitas dan pendampingan terstruktur diharapkan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. "Melalui Program Desa BRILiaN, BRI ingin mendorong desa agar semakin inovatif dan berdaya saing," katanya.
Dengan program ini, desa peserta diharapkan mampu menghasilkan inovasi konkret: dari strategi pengelolaan dana desa, laporan keuangan digital, pengembangan desa wisata, hingga produk berbasis potensi lokal. Kick-off tersebut turut dihadiri Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Unsoed Elly Tugianti.