ACEH — Warga Perumahan Villa Kencana, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, menyegel kantor pemasaran pengembang pada Minggu (24/5/2026). Penyegelan dilakukan setelah banjir setinggi satu meter merendam sekitar 150 unit rumah sejak siang hingga malam hari.
Ketua RT 02/RW 04, Banda Subanda, mengatakan banjir memang rutin terjadi setiap hujan deras. Namun, kali ini kondisi jauh lebih parah karena tanggul jebol dan aliran Sungai Cipondoh ke hilir mengalami penyempitan.
“Banjir hari ini mencapai sekitar satu meter. Ada sekitar 150 rumah yang terdampak. Selain itu ada tanggul yang jebol sehingga air masuk semakin besar,” ujar Banda.
Pengurus RT 04/RW 02, Robi, mengungkapkan warga sudah tiga kali menggelar pertemuan dengan pihak pengembang dan pemerintah desa. Namun, tuntutan warga untuk perbaikan drainase dan pelebaran sungai belum ada realisasi.
“Kami sudah tiga kali audiensi dengan pihak pengembang dan pemerintah desa, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Pergantian manajemen pemasaran yang sering terjadi juga membuat persoalan ini belum terselesaikan,” kata Robi, Senin (25/5/2026).
Banjir kali ini menyebabkan kerusakan signifikan. Sejumlah kendaraan mogok, perabot rumah tangga rusak, dan beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Warga yang kesal kemudian mendatangi kantor pemasaran untuk meminta pertanggungjawaban, namun tidak ada pihak manajemen yang menemui.
“Kami melakukan penyegelan. Rencananya besok akan ada aksi lanjutan,” ujar Robi.
Salah seorang warga, Rulli, mendesak pemerintah daerah dan pengembang segera mencari solusi permanen. Ia berharap banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi langganan tahunan.
“Kami berharap ada solusi nyata dari pihak pengembang maupun pemerintah agar banjir ini tidak terus terjadi,” ucapnya.