Beras Bantuan Banjir di Aceh Barat Mulai Membusuk dan Berkutu, Dinsos Sortir 390 Karung di Gudang

Penulis: Ricki Manurung  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 15:41:01 WIB
Dinas Sosial Aceh Barat melakukan sortir terhadap 390 karung beras bantuan banjir yang tersimpan di gudang.

MEULABOH — Sebagian kecil beras bantuan yang tersimpan di gudang Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat ditemukan dalam kondisi membusuk dan dipenuhi hama kutu. Bahan pokok yang merupakan sisa bantuan bencana banjir bandang tahun 2025 itu sudah tidak layak konsumsi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat Mulyadi mengatakan, dari total sekitar 390 karung yang ada, hanya beberapa karung saja yang mengalami kerusakan.

"Secara prinsip, 390-an karung beras yang ada di gudang saat ini masih layak konsumsi, hanya beberapa karung saja yang membusuk dan berkutu karena berbagai faktor," kata Mulyadi kepada ANTARA di Meulaboh, Kamis.

Beras Rusak Jadi Pakan Ayam, Stok Siaga Bencana Tetap Ada

Mulyadi menjelaskan, beras yang sudah membusuk dan berkutu telah dipindahkan dan diberikan sebagai makanan unggas ayam. Langkah ini diambil agar tidak tercampur dengan stok yang masih layak edar.

Ia menyebut kerusakan pada beberapa karung beras merupakan faktor alamiah. Tingkat kadar air saat pengemasan dan masa penyimpanan yang sudah cukup lama menjadi penyebab utama.

"Beras bantuan tersebut sudah tersimpan di Kabupaten Aceh Barat sekitar enam hingga tujuh bulan yang lalu," ujarnya.

Pemilahan Selektif Sebelum Distribusi ke Warga

Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat secara selektif memilah stok yang ada sebelum didistribusikan ke masyarakat. Proses sortir dilakukan untuk memastikan hanya beras layak konsumsi yang sampai ke penerima manfaat.

"Kami tetap menyiagakan stok ini untuk mengantisipasi kebutuhan akibat cuaca ekstrem yang sedang terjadi," pungkas Mulyadi.

Beras bantuan tersebut merupakan sisa penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Barat tahun lalu. Pemerintah daerah menyiagakan cadangan pangan untuk menghadapi potensi bencana susulan di tengah musim penghujan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top