NAGAN RAYA — Sedikitnya 90 hektare lahan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terbakar dalam sepekan terakhir. Kepala BPBA Bahron Bakti mengonfirmasi luasan tersebut merupakan akumulasi dari dua kecamatan yang terdampak, yakni Darul Makmur dan Tripa Makmur.
"Lebih kurang 90 hektare lahan terbakar," kata Bahron Bakti kepada wartawan, Jumat (5/6).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA, titik kebakaran berada di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Hingga Kamis malam, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi terdampak.
BPBA telah mengerahkan dua unit mesin pompa air dan armada pemadam kebakaran untuk menjangkau titik-titik api. Namun, upaya pemadaman terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
"Namun belum bisa dipadamkan diperkirakan akan meluas mengingat kondisi cuaca yang panas dan angin kencang," ujar Bahron Bakti.
Petugas gabungan saat ini terus melakukan pemantauan dan pemadaman guna mencegah api menyebar ke area yang lebih luas. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Selain di Kabupaten Nagan Raya, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat. BPBA mencatat, hingga Kamis (4/6) sudah 24 hektare lahan terbakar di daerah tersebut. Dampaknya sudah mulai dirasakan warga.
"Asap kebakaran lahan (Aceh Barat) menyebabkan terganggunya pernapasan warga," kata Bahron Bakti.
Pihak BPBA mengimbau masyarakat di kedua kabupaten untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan titik api baru. Cuaca panas yang masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan berpotensi memperluas area terdampak jika tidak segera ditangani secara maksimal.