Pencarian

Apple Ubah Skema Pembelian Perangkat dengan Layanan Berlangganan Bulanan, Mulai Rp 200 Ribuan

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:56:01 WIB
Apple Ubah Skema Pembelian Perangkat dengan Layanan Berlangganan Bulanan, Mulai Rp 200 Ribuan
Apple resmi meluncurkan program berlangganan perangkat dengan tarif bulanan mulai Rp 192 ribu untuk iPad dan Apple Watch.

Program yang sudah lama dirumorkan ini akhirnya diumumkan Apple pada awal pekan ini. Alih-alih membayar lunas di muka dengan harga yang terus meroket, pengguna cukup membayar iuran bulanan — mirip seperti menyewa perangkat. Ketika kontrak berakhir, ada tiga opsi: upgrade ke model lebih baru, membeli perangkat tersebut dengan satu kali pembayaran, atau mengembalikannya ke toko Apple dan keluar dari program.

Harga Bulanan dan Perangkat yang Tersedia

Tarif bulanan bervariasi tergantung perangkat. iPhone dibanderol mulai $17,99 per bulan (sekitar Rp 288 ribu), Apple Watch dan iPad mulai $11,99 (Rp 192 ribu), sedangkan Mac mulai $24,99 (Rp 400 ribu). Namun, tidak semua lini produk Apple masuk dalam program ini.

Beberapa perangkat justru tidak disertakan: iPhone 16 dan iPhone 16 Plus, Apple Watch SE, MacBook Neo, Mac mini, iPad generasi A16, serta Studio Display. Apple tidak menjelaskan alasan di balik pengecualian tersebut.

Durasi Sewa dan Biaya Tambahan yang Perlu Dicermati

Masa sewa untuk iPhone dan Apple Watch berlangsung 24 bulan. Sementara itu, iPad dan Mac memiliki jangka waktu lebih panjang, yakni 36 bulan. Konsumen yang ingin melunasi lebih awal dikenakan biaya tambahan.

Program ini dijalankan oleh Klarna, perusahaan fintech asal Swedia yang sudah lama menjadi mitra Apple Pay untuk layanan "buy now, pay later". Setiap peserta harus melalui proses persetujuan kredit sebelum bisa bergabung. Klarna juga menyediakan aplikasi khusus untuk memantau pembayaran dan informasi sewa.

Pembeli bisa menambahkan Apple Care ke perangkat yang disewa. Biaya asuransi ini akan ditambahkan ke tagihan bulanan.

Mengapa Apple Beralih ke Model Langganan Sekarang?

Langkah ini diambil tak lama setelah Apple menaikkan harga sejumlah besar model iPad dan Mac secara signifikan. Analis juga memperkirakan jajaran iPhone berikutnya — yang kemungkinan besar diperkenalkan September mendatang — akan dibanderol lebih mahal dari generasi sebelumnya.

Dengan skema berlangganan, Apple menurunkan hambatan masuk bagi konsumen yang enggan membayar penuh di muka, sekaligus mengunci mereka dalam ekosistem pembaruan perangkat secara periodik. Strategi ini lazim di industri cloud dan software, tapi masih relatif baru untuk perangkat keras konsumen seharga jutaan rupiah.

Bagi pengguna yang sudah terdaftar di iPhone Upgrade Program lama, status mereka tetap berlaku untuk waktu yang tidak ditentukan. Namun Apple tidak lagi menerima pendaftaran baru untuk program tersebut.

Dampak bagi Konsumen Indonesia: Masih Menunggu

Hingga saat ini, Apple Upgrade baru tersedia di Amerika Serikat. Belum ada pengumuman mengenai perluasan ke negara lain, termasuk Indonesia. Jika pun akhirnya masuk, skema ini kemungkinan harus melalui penyesuaian regulasi pembiayaan konsumen yang diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yang jelas, model ini menandai perubahan fundamental cara Apple menjual perangkat kerasnya — dari transaksi satu kali menjadi hubungan berlangganan jangka panjang. Konsumen Indonesia yang biasa membeli iPhone secara cicilan tanpa bunga lewat bank atau platform e-commerce mungkin akan melihat opsi baru dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks