ACEH — JAKARTA — Tim operasi hulu migas berhasil menghidupkan kembali sumur yang sempat mati suri. Sumur C-12 di Lapangan Banyu Urip, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (ECML), kini kembali berproduksi setelah melalui penanganan khusus. Hasilnya, tambahan minyak bersih yang mengalir mencapai 3.500 barel per hari.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa sumur C-12 sebelumnya tidak bisa beroperasi karena kandungan gas yang sangat tinggi, mencapai 3.950 standar kaki kubik per barel (scf/barel), serta kandungan air yang mencapai 54 persen. Kondisi ini membuat sumur tidak ekonomis dan harus ditutup.
“Sumur idle C-12 Lapangan Banyu Urip yang tadinya ditutup karena kandungan gasnya tinggi dan kandungan water-nya juga tinggi, kemarin sumur tersebut dibuka kembali,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).
Proses menghidupkan kembali sumur ini bukan perkara mudah. Tim teknis ECML melakukan intervensi dengan menyumbat aliran gas dan air menggunakan bahan kimia khusus. Bahan tersebut diinjeksikan ke dalam reservoir melalui lubang perforasi sumur.
Metode itu terbukti efektif. Setelah perlakuan, dominasi produksi minyak meningkat drastis. “Hasilnya sumur dapat berproduksi kembali dengan laju alir sebesar 3.700 BOPD, kandungan gasnya turun menjadi 500 scf/barel dan water 9 persen, sehingga net oil sebesar 3.500 BOPD,” jelas Djoko.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi upaya optimalisasi sumur-sumur yang sebelumnya tidak beroperasi (idle) di Indonesia.
Kabar baiknya, peluang serupa masih terbuka lebar. Djoko mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar lima sumur idle lainnya di Lapangan Banyu Urip yang berpotensi mendapatkan perlakuan serupa. Jika berhasil, tambahan produksi dari Blok Cepu bisa jauh lebih besar.
“Masih ada kurang lebih lima sumur idle yang dapat dikerjakan hal serupa di Banyu Urip ini,” katanya.
SKK Migas berharap kinerja sumur C-12 dapat bertahan stabil hingga akhir tahun. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model pengembangan bagi sumur-sumur idle lainnya, tidak hanya di Blok Cepu, tetapi juga di lapangan migas lain di Indonesia. Target peningkatan produksi migas nasional yang terus didorong pemerintah pun mendapat suntikan optimisme baru.