Pencarian

Realisasi Pendapatan Banda Aceh Tembus Rp1,429 Triliun, Wali Kota Illiza Akui PAD Masih Jauh dari Target Kemandirian Fiskal

Selasa, 14 Juli 2026 • 15:51:01 WIB
Realisasi Pendapatan Banda Aceh Tembus Rp1,429 Triliun, Wali Kota Illiza Akui PAD Masih Jauh dari Target Kemandirian Fiskal
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,429 triliun dalam rapat paripurna di Gedung DPRK Banda Aceh, Senin (13/7/2026).

BANDA ACEH — Realisasi pendapatan daerah Banda Aceh sepanjang 2025 mencapai Rp1,429 triliun, atau 95,80 persen dari target yang ditetapkan. Angka itu disampaikan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Qanun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK 2025 di Gedung DPRK Banda Aceh, Senin (13/7/2026).

Meski secara total pendapatan hampir mencapai target, Illiza menekankan bahwa struktur pendapatan masih didominasi oleh dana transfer dari pusat. “Angka tersebut menunjukkan Banda Aceh berada pada jalur menuju kemandirian fiskal. Namun, kita masih berada di bawah ambang batas 50 persen kontribusi PAD terhadap APBD,” ujarnya.

PAD Baru Terealisasi 92,99 Persen, Transfer Pusat Mendominasi

Illiza merinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp405,55 miliar atau 92,99 persen dari target Rp436,11 miliar. Sementara pendapatan transfer mencapai Rp1,008 triliun atau 97 persen dari target Rp1,040 triliun. Artinya, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah masih di bawah 30 persen.

Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp15,37 miliar atau 94,56 persen dari target Rp16,26 miliar. Illiza menyebut capaian ini menunjukkan kinerja pendapatan tetap terjaga meski dihadapkan pada berbagai tantangan fiskal.

Strategi Pemkot: Optimalisasi PAD Tanpa Membebani Warga

Illiza mengatakan penguatan PAD akan terus menjadi fokus utama pemerintah kota. Menurutnya, optimalisasi sumber-sumber pendapatan harus dilakukan secara efektif, transparan, dan berkeadilan.

“Tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Illiza dalam rapat paripurna tersebut.

Ia berharap dukungan DPRK dan seluruh pemangku kepentingan agar kapasitas fiskal daerah terus meningkat. Dengan begitu, pembangunan dan pelayanan publik di Banda Aceh dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada anggaran dari pemerintah pusat.

Bagikan
Sumber: popularitas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks