Aceh Raih Peringkat Kedua Pariwisata Ramah Muslim di Adinata Syariah 2026, Kokohkan Posisi Kiblat Wisata Halal

Penulis: Alfian Batubara  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 23:55:31 WIB
Aceh meraih peringkat kedua Pariwisata Ramah Muslim dalam Ajang Adinata Syariah 2026.

BANDA ACEH — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari komitmen Pemerintah Aceh dalam menghadirkan pariwisata yang kompetitif namun tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Penghargaan tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus berinovasi.

“Penghargaan di sektor Pariwisata Ramah Muslim merupakan buah dari komitmen Pemerintah Aceh dalam menghadirkan ekosistem pariwisata yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai syariat Islam dan kearifan lokal,” kata Dedy di Banda Aceh, Kamis.

Bukan Hanya Satu Penghargaan, Aceh Borong Sembilan Kategori

Pada ajang yang sama, Aceh tidak hanya unggul di sektor pariwisata. Total sembilan penghargaan diraih, termasuk Juara I Kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah dan Juara II Kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah. Prestasi ini menegaskan integrasi pengembangan ekonomi syariah dengan sektor pariwisata di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Kategori lain yang berhasil dimenangkan meliputi Juara II Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, Juara III Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Juara III Rencana Aksi Daerah, Juara IV Keuangan Mikro Syariah, Juara IV Ekonomi Pesantren, serta Juara V Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS).

Langkah Selanjutnya: Inovasi Destinasi hingga Penguatan SDM

Pemerintah Aceh tidak berencana berpuas diri. Dedy menjelaskan, Disbudpar akan fokus pada pengembangan destinasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, serta promosi yang lebih masif ke depan. Kualitas amenitas dan aksesibilitas bagi wisatawan juga menjadi prioritas.

“Kami terus memperkuat kualitas destinasi, layanan, serta pengalaman wisata yang nyaman, aman, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pariwisata ramah muslim. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing pariwisata Aceh di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dedy.

Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, komunitas, dan masyarakat yang konsisten menjaga identitas Aceh sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan syariah. Dengan konsep Pariwisata Ramah Muslim yang terus diperkuat, Aceh optimistis mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top