ACEH — SpaceX kini menjadi tuan rumah (host) utama bagi model AI Anthropic, Claude. Kesepakatan yang dimulai pada Mei 2026 ini mencakup seluruh kapasitas pusat data Colossus 1 milik xAI di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat. xAI sendiri telah merger dengan SpaceX pada Februari 2026.
Nilai kontraknya sangat besar: Anthropic membayar US$ 1,25 miliar (sekitar Rp 20,6 triliun) per bulan hingga Mei 2029. Total pendapatan yang akan diterima SpaceX dari kesepakatan ini mencapai US$ 40 miliar (sekitar Rp 660 triliun). Google pun ikut menyewa infrastruktur SpaceX dengan nilai US$ 920 juta (sekitar Rp 15,18 triliun) per bulan hingga Juni 2029.
Kesepakatan ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan pengamat dan pengguna platform X. Mereka mempertanyakan apakah Anthropic bisa percaya pada Musk yang notabene pendiri xAI, perusahaan AI saingan mereka.
Kekhawatiran itu langsung ditepis Musk. Ia mengakui penilaiannya sebelumnya tentang Anthropic keliru. Pada September 2025, ia sempat menulis di X bahwa "kemenangan tidak pernah menjadi bagian dari kemungkinan hasil bagi Anthropic." Padahal, saat itu Anthropic sudah menjadi pemain utama dengan pangsa pasar AI enterprise terbesar.
Kini, pujian justru mengalir dari Musk. "Mereka jelas merupakan pemimpin AI saat ini. Tidak ada perusahaan yang merilis model sebagus Mythos/Fable, dan mereka pasti akan segera menyiapkan Mythos 2. Saya tidak akan pernah mematikan mereka dengan cara yang menyakiti mereka secara serius, bahkan sebagai kompetitor. Itu bukan gaya saya," tulisnya di X pada Kamis (waktu setempat).
Untuk membuktikan pernyataannya, Musk mencontohkan kebijakan Tesla di masa lalu. Pada 2014, Tesla memutuskan untuk tidak menggugat paten terhadap siapa pun yang ingin menggunakan teknologinya dengan itikad baik. Perusahaan juga membuka jaringan Supercharger dan desain port pengisian daya untuk kompetitor.
Musk juga menyebut peluncuran sistem satelit Starlink yang tidak menaikkan harga atau menggunakan persyaratan tidak adil, meski bersaing dengan operator lain. "Bahkan musuh terburukku bisa menyerangku di platform ini," tambahnya.
Meski begitu, Musk bukanlah sosok yang anti-litigasi. Ia pernah menggugat OpenAI, perusahaan AI lain yang ia dirikan bersama, ke pengadilan.
Terlepas dari jaminan Musk, ada risiko lain yang lebih teknis. Dalam persidangannya melawan OpenAI, Musk mengakui bahwa praktik "distilasi" AI itu nyata. Distilasi adalah proses di mana pembuat model menggunakan akun palsu untuk mengirimkan perintah (prompt) ke kompetitor guna mempelajari cara kerja model mereka.
"Umumnya perusahaan AI melakukan distilasi terhadap perusahaan AI lain," ujar Musk saat ditanya jaksa. Pada Februari 2026, Anthropic bahkan menuduh tiga pembuat model asal China melakukan distilasi terhadap Claude.
Meski Anthropic dan Google diyakini memiliki perlindungan terhadap praktik ini saat menggunakan infrastruktur SpaceX, hosting komputasi tetap memberi SpaceX visibilitas lebih besar terhadap operasional Anthropic dibandingkan kompetitor mana pun.
Kontrak tiga tahun ini jelas menguntungkan SpaceX. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan antara dua perusahaan AI yang saling bersaing ini tetap menjadi sesuatu yang patut diawasi.