Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi ke Rp 2,395 Juta

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 13 Juli 2026 | 10:37:32 WIB
Harga emas Antam turun Rp 20.000 per gram, buyback ikut terkoreksi ke Rp 2,395 juta.

ACEH — Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun tipis dari posisi akhir pekan lalu yang bertengger di Rp 2.655.000 per gram. Penurunan Rp 20.000 ini membuat harga buyback ikut terpangkas di angka yang sama. Buyback adalah patokan yang dipakai Antam jika pemilik ingin menjual kembali emasnya ke perusahaan.

Harga logam mulia memang fluktuatif. Sebagai gambaran, rekor tertinggi sepanjang masa emas Antam tercatat pada 29 Januari 2026 lalu, saat harganya menembus Rp 3.168.000 per gram dengan buyback di posisi Rp 2.989.000 per gram. Saat ini, harga masih jauh di bawah level tersebut.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (Sebelum Pajak)

Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, Antam membanderol Rp 1.367.500. Sementara untuk cetakan 1 kilogram, harganya mencapai Rp 2.575.600.000. Berikut rincian lengkapnya:

  • 0,5 gram: Rp 1.367.500
  • 1 gram: Rp 2.635.000
  • 5 gram: Rp 12.990.000
  • 10 gram: Rp 25.900.000
  • 100 gram: Rp 257.860.000
  • 1.000 gram: Rp 2.575.600.000

Wall Street Terbelah, Investor Ritel Juga Bimbang

Tekanan pada emas belum menunjukkan tanda mereda dalam jangka pendek. Survei mingguan Kitco News yang dirilis Senin (13/7) menunjukkan analis Wall Street terbelah. Dari 13 responden, 38 persen optimistis harga emas bakal naik pekan ini, 23 persen memprediksi turun, dan 38 persen sisanya memilih netral.

Pandangan serupa muncul dari investor ritel. Dari 282 responden, 42 persen memperkirakan harga emas menguat, 38 persen memprediksi koreksi, dan 20 persen melihat fase konsolidasi masih berlangsung.

Kepala Strategi Mata Uang InvestingLive, Adam Button, menilai emas sulit menguat selama konflik di Timur Tengah terus menopang harga minyak. "Risiko kenaikan harga minyak lebih besar, sehingga justru berpotensi menjadi tekanan bagi emas," ujarnya.

Ancaman Teknis: Bisa Tembus US$ 3.600 per Ounce

Analis komoditas senior StoneX Group, Daniel Pavilonis, melihat tren teknikal emas masih lemah. Menurutnya, arus dana mulai beralih ke pasar saham dan sektor teknologi, mengurangi minat terhadap logam mulia. Jika harga emas menembus level terendah terbaru, Pavilonis memperkirakan koreksi bisa berlanjut ke kisaran US$ 3.800 hingga US$ 3.600 per ounce.

Di sisi lain, analis VR Metals/Resource Letter Mark Leibovit tetap bullish. Ia memperkirakan emas masih berpeluang naik ke US$ 4.700 hingga US$ 4.800 per ounce dalam beberapa pekan mendatang. Fokus investor kini tertuju pada data inflasi AS dan arah kebijakan Federal Reserve yang akan menjadi penentu pergerakan logam mulia ke depan.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top