ACEH — Survei Ipsos Indonesia 2026 yang dirilis Senin (13/7) mengonfirmasi bahwa nasabah kini lebih rasional dalam memilih bank digital. Faktor keamanan dan kepercayaan—yang mencakup perlindungan data, stabilitas layanan, dan keandalan transaksi—menjadi prioritas utama, mengalahkan iming-iming diskon dan cashback yang selama ini menjadi senjata utama bank digital merebut pasar.
Persepsi Keamanan Produk: SeaBank Paling Unggul, Allo Bank Tertinggal
Dalam kategori produk tabungan dan deposito yang dinilai aman dan tepercaya, SeaBank mencatat skor tertinggi sebesar 69%. Posisi ini jauh di atas Bank Jago (56%), SuperBank (53%), NeoBank (47%), dan Allo Bank yang hanya 45%. Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap produk simpanan menjadi indikator kritis dalam membangun persepsi keamanan secara keseluruhan.
"Konsumen semakin memahami bahwa keamanan bukan hanya soal perlindungan data. Kepercayaan terhadap produk, stabilitas layanan, kemudahan akses dana, dan keandalan transaksi menjadi faktor utama yang membentuk keyakinan mereka dalam memilih bank digital," kata Hansal dalam keterangan resmi.
Stabilitas Aplikasi Jadi Penentu: Gangguan Minim Dongkrak Kepercayaan
Selain keamanan produk, stabilitas teknis aplikasi menjadi variabel penting. Sebanyak 66% responden menilai aplikasi SeaBank memiliki tingkat stabilitas tinggi dengan gangguan yang minim. Angka ini signifikan lebih tinggi dibanding Bank Jago (51%), SuperBank (47%), NeoBank (43%), dan Allo Bank yang hanya 26%. Data ini menunjukkan bahwa pengalaman transaksi yang lancar dan tanpa hambatan teknis merupakan komponen esensial dalam membangun rasa aman pengguna.
Pergeseran Strategi: Dari Perang Cashback ke Investasi Kepercayaan
Temuan survei ini menjadi sinyal bagi para pemain bank digital untuk menggeser fokus strategi pemasaran. Selama beberapa tahun terakhir, perang cashback dan diskon menjadi modus utama akuisisi nasabah baru. Namun, dengan 65% responden kini mengutamakan keamanan, bank digital dituntut untuk berinvestasi lebih besar pada infrastruktur keamanan siber, sertifikasi perlindungan data, dan keandalan sistem backend.
Ketertinggalan Allo Bank di kedua kategori—baik persepsi keamanan produk (45%) maupun stabilitas aplikasi (26%)—menjadi pekerjaan rumah serius. Sebaliknya, dominasi SeaBank yang juga didukung oleh ekosistem Shopee menunjukkan bahwa sinergi dengan platform besar dapat memperkuat kepercayaan pengguna, terutama dalam hal keandalan transaksi dan kemudahan akses dana.
Apa Artinya bagi Industri Bank Digital ke Depan
Survei Ipsos ini menjadi tolok ukur bahwa pasar perbankan digital Indonesia mulai matang. Konsumen tidak lagi mudah tergiur promo instan; mereka menuntut jaminan keamanan data dan stabilitas layanan sebagai prasyarat dasar. Bagi investor dan pelaku bisnis, data ini mengindikasikan bahwa bank digital dengan skor kepuasan keamanan rendah berisiko mengalami churn rate tinggi jika tidak segera membenahi infrastruktur teknis dan persepsi publik. Regulator seperti OJK dan BI pun diprediksi akan semakin ketat dalam menetapkan standar keamanan siber bagi bank digital di Indonesia.