Wali Kota Banda Aceh Ajak Wisatawan Malaysia Telusuri Sejarah Taman Putroe Phang, Bukti Cinta Sultan Iskandar Muda

Penulis: Ricki Manurung  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 15:24:26 WIB
Wali Kota Banda Aceh, Illiza, mengajak wisatawan Malaysia menelusuri sejarah Taman Putroe Phang yang dibangun sebagai simbol cinta Sultan Iskandar Muda kepada sang permaisuri.

BANDA ACEH — Illiza mengisahkan asal-usul taman yang terletak di pusat kota itu bukan sekadar destinasi wisata. Gunongan yang berdiri di tengah taman merupakan simbol kerinduan Sultan Iskandar Muda kepada sang permaisuri yang berasal dari Pahang, Malaysia.

"Ini adalah taman cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang. Gunongan dan taman ini menjadi bukti besarnya kasih sayang beliau kepada permaisurinya," ujar Illiza dalam sambutannya.

Setelah menaklukkan Pahang, Sultan memboyong Putroe Phang ke Aceh dan mengangkatnya sebagai permaisuri. Untuk mengobati rasa rindu sang putri terhadap kampung halaman, Sultan membangun Gunongan beserta taman sebagai hadiah cinta.

Hubungan Aceh-Pahang Sejak Abad ke-17

Menurut Illiza, kawasan Gunongan dan Taman Putroe Phang merepresentasikan kedekatan hubungan antara Kesultanan Aceh dan Pahang sejak abad ke-17. Ia menegaskan bahwa ikatan sejarah ini menjadi fondasi hubungan budaya yang masih terjalin hingga saat ini.

"Para tamu asal Malaysia bisa melihat langsung bahwa jejak sejarah ini bukan cerita usang. Ini adalah jembatan budaya yang hidup," katanya.

Wisatawan Malaysia Terkesan, Janji Promosi ke Johor

Salah seorang wisatawan asal Johor, Kamariah, mengaku terkesan dengan pertunjukan seni dan budaya yang disuguhkan selama acara berlangsung. Ia mendapat pengetahuan baru mengenai kedekatan sejarah Aceh dan Malaysia melalui kisah Putroe Phang dan Sultan Iskandar Muda.

"Kami sangat teruja dan terhibur dapat melihat seni budaya yang ditampilkan pada kegiatan ini. Acara ini bagus sekali. Kami akan mempromosikan kegiatan ini saat nanti pulang ke Johor," ujarnya.

Kamariah berharap kegiatan seni dan budaya seperti Banda Aceh Art and Cultural Market Putroe Phang terus digelar. Menurutnya, acara ini menjadi media efektif untuk mempererat hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Aceh ke wisatawan mancanegara.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: infopublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top