KUALA SIMPANG — Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama jajaran TNI untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang sempat terendam banjir. Berdasarkan data di lapangan, pemulihan pertanian melibatkan tujuh kelompok tani di kampung tersebut, yakni Kelompok Tani Empang Breuh, Barona, Barona Muda, Dang Na, Meusapat Rakan, Amanah Endatu, dan Sama-Sama.
Kawasan persawahan itu memiliki Luas Baku Sawah (LBS) seluas 231,41 hektare. Dari total lahan tersebut, Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai sekitar 157 hektare. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kodim 0117/Aceh Tamiang menargetkan produktivitas rata-rata mencapai 5,2 ton gabah per hektare.
Dengan target itu, produksi gabah dari seluruh lahan yang ditanami diperkirakan mencapai 1.201 ton. Capaian ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian pascabencana sekaligus memperkuat komitmen swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Dalam kegiatan tersebut, Armia Pahmi didampingi Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang Yudhi Syufriadi, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang M. Nur, serta Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Rubby Nanda. Mereka juga mengikuti video conference bersama Presiden RI Prabowo Subianto untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan program ketahanan pangan di Aceh Tamiang.
Armia Pahmi menegaskan sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Aceh Tamiang. Karena itu, pemulihan lahan pertanian pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, TNI, dan para petani, kita optimis wilayah yang terdampak bencana ini bisa kembali produktif dan menyokong ketersediaan pangan nasional,” ujar Armia Pahmi di sela-sela kegiatan.