Ibu Suryani, Penyintas Banjir Bandang Aceh Tamiang, Rela Bayar Listrik Sumur Bor untuk Air Bersih Warga

Penulis: Alfian Batubara  •  Senin, 20 Juli 2026 | 15:13:01 WIB
Ibu Suryani menunjukkan keran air bersih di halaman rumahnya di Dusun Siderejo, Aceh Tamiang, yang digunakan warga setempat.

ACEH TAMIANG — Air jernih yang mengalir dari keran di halaman rumah Ibu Suryani kini menjadi penopang hidup warga Dusun Siderejo. Padahal, selama empat bulan pascabanjir bandang pada November 2025, warga harus bertahan dengan air lumpur dari parit yang tercemar. Banjir saat itu mencapai ketinggian lebih dari tujuh meter, menenggelamkan atap rumah dan menimbun sumur manual dengan material lumpur.

Dari Minum Air Lumpur ke Air Bersih Melimpah

“Dari kejadian itu sampai empat bulan kami tidak ada air bersih. Sebelum bencana pun, kami ambil air dari parit, dari mata air, ada juga warga yang beli atau ambil ke dusun lain sejauh sekitar 30 menit. Sesak ingat itu minum dari air lumpur,” ungkap Ibu Suryani kepada tim Dompet Dhuafa pada Jumat (17/07/2026).

Krisis sanitasi akut itu baru berakhir pada Maret 2026, ketika Dompet Dhuafa bersama UPZDK Permata Bank Syariah membangun fasilitas sumur bor dan Mandi Cuci Kakus (MCK) di halaman depan rumah Ibu Suryani. Infrastruktur itu didirikan dalam program Air untuk Kehidupan sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana.

Ibu Suryani: “Hitung-hitung Ini Sedekah Saya”

Yang membuat kisah ini berbeda adalah keputusan Ibu Suryani. Ia secara sukarela menanggung biaya listrik untuk mesin pompa sumur bor tersebut dari uang pribadinya. “Hitung-hitung ini menjadi sedekah saya juga,” tuturnya dengan senyum tulus.

“Bersyukur kami ada bantuan Sumur Bor dan MCK ini. Terima kasih sekali Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah,” kata Ibu Suryani menambahkan.

Gotong Royong Bangkit dari Trauma Bencana

Sebelum sumur bor dibangun, warga Dusun Siderego harus menempuh perjalanan hingga 30 menit ke dusun lain hanya untuk mendapatkan air bersih. Parit dan mata air yang biasa menjadi tumpuan ikut tercemar lumpur setelah banjir. Kini, air jernih yang melimpah tidak hanya memulihkan sanitasi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat penyintas.

Lewat ketulusan Ibu Suryani, warga Dusun Siderejo, Aceh Tamiang, kini tidak hanya mendapatkan kembali air bersih mereka, tetapi juga menemukan kembali semangat gotong royong untuk bangkit dan berdaya bersama. (Dompet Dhuafa)

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: dompetdhuafa.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top