SUKA MAKMUE — Sebanyak 188 peserta yang tergabung dalam 94 tim dari sembilan kecamatan dan kategori umum ambil bagian dalam Festival Peh Karah. Sementara itu, Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026 diikuti 40 peserta yang mewakili 10 kecamatan di Nagan Raya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Nagan Raya, Teuku Barliansyah, S.I.Kom., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang Pemuda, Kudri, S.Pd., mengatakan festival ini bukan sekadar perlombaan. "Melalui festival ini, kami ingin memastikan tradisi Peh Karah tetap hidup, diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus mampu menjadi produk kuliner unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung sektor pariwisata," ujarnya.
Kue Karah: Filosofi Ketekunan dan Semangat Leluhur
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa TRK menegaskan bahwa kuliner tradisional adalah identitas dan warisan budaya yang harus dijaga. Ia menyebut Kue Karah bukan hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga mengandung nilai filosofi tentang ketekunan, kesabaran, kebersamaan, dan semangat menjaga tradisi leluhur.
"Nagan Raya memiliki kekayaan rempah, cita rasa tradisional, dan ragam kuliner khas yang memiliki potensi besar untuk dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional," kata Bupati.
Dorong UMKM dan Daya Tarik Pariwisata Daerah
TRK menilai penyelenggaraan festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian kuliner sekaligus memperkenalkan gastronomi Nagan Raya. Menurutnya, kuliner khas daerah memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk unggulan UMKM dan memperkuat sektor pariwisata.
"Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan promosi yang berkelanjutan, saya yakin berbagai kuliner khas Nagan Raya mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagan Raya dan seluruh TP PKK dari 10 kecamatan yang berpartisipasi. "Melalui tangan-tangan kreatif para ibu, resep-resep tradisional terus diwariskan, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi muda tanpa menghilangkan cita rasa aslinya," ungkap TRK.
Setiap Kecamatan Kirim Satu Tim Juru Masak
Kudri menjelaskan, untuk Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026, setiap kecamatan mengirimkan satu tim yang terdiri atas tiga orang juru masak (chef) dan satu orang pendamping dari TP PKK. Sementara itu, peserta Festival Peh Karah berasal dari Kecamatan Suka Makmue, Seunagan, Seunagan Timur, Beutong, Kuala, Kuala Pesisir, Tadu Raya, Tripa Makmur, Darul Makmur, serta kategori umum.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara. Berbagai olahan kuliner serta atraksi pembuatan Kue Karah menjadi daya tarik utama yang menghidupkan semarak peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya.
Bupati berharap Kue Karah dan berbagai kuliner khas Nagan Raya terus dipromosikan dalam berbagai kegiatan di tingkat daerah maupun nasional. "Kita ingin kuliner tradisional menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan menjadi duta budaya yang memperkenalkan cita rasa Nagan Raya kepada Indonesia bahkan dunia," pungkasnya.