SIGLI — Anak-anak di Gampong Pante Lhok Kaju, Pidie, punya pengalaman berbeda dalam merayakan Hari Anak Nasional tahun ini. Mereka diajak membaca nyaring dan bermain cat warna-warni oleh mahasiswa KKN Tematik Literasi Kelompok LT-42 Universitas Syiah Kuala (USK).
Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Desa setempat pada Kamis (23/7/2026). Mahasiswa membacakan buku cerita berjudul Apakah Kamu Burung Pelatuk? dengan gaya interaktif—bukan sekadar membaca, mereka juga memperagakan gerakan dan menirukan suara burung.
Cara itu membuat anak-anak lebih mudah membayangkan alur cerita. Suasana langsung hidup. Beberapa anak terlihat tertawa saat mahasiswa menirukan suara burung pelatuk. Mereka juga aktif bertanya soal isi dongeng.
“Seru, aku suka dengar cerita burungnya, terus cap tangan warna-warni juga bagus,” kata Rauf, salah satu peserta, usai kegiatan.
Usai sesi membaca, kegiatan berlanjut ke aksi cap tangan. Satu per satu anak-anak mencelupkan telapak tangan mereka ke cat warna-warni lalu mencapkannya di atas karton putih. Hasilnya, kolase penuh warna yang menjadi simbol kebersamaan dalam perayaan Hari Anak Nasional.
Ketua Kelompok KKN LT-42, Ahmad Raihan Khairuddin, mengatakan cap tangan sengaja dipilih agar anak-anak merasa dihargai. “Kegiatan cap tangan ini kami laksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, dengan harapan anak-anak Gampong Pante Lhok Kaju merasa bahwa mereka adalah generasi yang juga layak dirayakan dan dihargai keberadaannya,” ujarnya.
Kegiatan itu mendapat sambutan hangat dari warga. Sejumlah orang tua bahkan sengaja mengantar anak-anak mereka ke Perpustakaan Desa untuk ikut serta. Mahasiswa KKN berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai seremoni belaka.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak, sekaligus mengingatkan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang mereka,” kata Ahmad Raihan.
Kegiatan membaca nyaring merupakan salah satu program yang diinisiasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan diadopsi oleh kelompok KKN LT-42 selama bertugas di Pidie.