ACEH BARAT — Munifah Durratun Nashihah, santri kelas XI asal Kabupaten Simeulue, membuktikan bahwa santri juga bisa unggul di bidang teknologi. Ia bersama Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani (RQ) baru saja pulang dengan segudang prestasi dari kompetisi robotik nasional di Medan, Sumatera Utara.
Putri pasangan Muhardi Adnil dan Lely Oktamaria ini merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dalam ajang TGD Robotic Expo and Exhibition yang diadakan di Kampus STMIK Triguna Dharma, ia berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus: Best Striker dan Fighting Spirit Award.
Ini adalah kali pertama Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani mengikuti kompetisi tingkat nasional. Mereka harus bersaing dengan peserta dari 42 sekolah di seluruh Indonesia. Hasilnya, tim asal Aceh Barat itu total membawa pulang delapan penghargaan.
“Saya ingin mencari pengalaman baru di bidang robotik dan menguji kemampuan robot hasil rakitan sendiri. Dari perlombaan ini saya mendapatkan banyak pelajaran untuk terus belajar dan berinovasi,” ujar Munifah.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan intensif di Dayah Ruhul Qur’ani. Kepala Lembaga Pengembangan Potensi Santri (LPP) Dayah Ruhul Qur’ani, Heri Masrizal, S.H., M.H., mengapresiasi kerja keras para santri dan pembina.
“Prestasi ini membuktikan bahwa kerja keras dan kesungguhan akan menghasilkan capaian yang membanggakan. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas dan melahirkan prestasi-prestasi lainnya,” kata Heri.
Heri berharap torehan ini bisa memotivasi generasi muda Aceh, khususnya para santri, untuk tidak ragu mengembangkan potensi di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Menurutnya, kemampuan bersaing di tingkat nasional dan internasional sudah bisa dimulai dari dayah.
Munifah sendiri mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Ia bertekad terus mengasah kemampuannya di bidang robotik, sembari tetap menjalani pendidikan sebagai santri di Dayah Ruhul Qur’ani.