LHOKSUKON — Ratusan teungku imum dari seluruh penjuru Aceh Utara memadati halaman Kantor Bupati pada Senin lalu. Mereka menerima kunci sepeda motor operasional jenis Honda Beat yang diserahkan secara simbolis oleh pejabat daerah. Kegiatan itu turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah setempat.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen daerah dalam memperkuat peran imum gampong. Menurutnya, kendaraan operasional itu akan meningkatkan mobilitas para imam desa yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
"Mulai dari memimpin ibadah, melakukan pembinaan, hingga menjangkau wilayah dengan akses transportasi terbatas," ujar Hadaini saat ditemui usai penyerahan.
Total 852 unit sepeda motor dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Setiap imum gampong di 27 kecamatan mendapatkan satu unit kendaraan yang diharapkan bisa menunjang aktivitas keagamaan dan sosial mereka.
Salah seorang penerima, Tgk. M. Yakop, mengapresiasi langkah Pemkab Aceh Utara. Ia menilai perhatian terhadap pemuka agama di tingkat desa selama ini kerap terbatas pada bantuan sembako atau insentif, bukan sarana mobilitas.
Pemerintah berharap kehadiran motor operasional ini tidak sekadar mempermudah mobilitas. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk memperkuat pembinaan umat, meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, serta memperkokoh pelaksanaan syariat Islam hingga ke pelosok Aceh Utara.
Seluruh kendaraan diserahkan langsung kepada masing-masing imum gampong tanpa perantara. Pihak Dinas Syariat Islam akan memantau penggunaan motor tersebut agar tepat sasaran dan tidak dialihfungsikan.