Toyota Avanza dan Innova Zenix Hybrid Dominasi Ekspor CBU Indonesia, Capai 145.080 Unit di Semester I 2026

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 16:40:01 WIB
Toyota Avanza dan Innova Zenix Hybrid mendominasi ekspor CBU Indonesia dengan total 145.080 unit pada semester I 2026.

ACEH — Pencapaian tersebut diumumkan TMMIN pada Senin (27/7). Dari total ekspor CBU nasional yang mencapai 251.705 unit di semester pertama tahun ini, Toyota menguasai 57,6 persen pangsa. Data ini dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Avanza dan Veloz Paling Laris, Raize di Posisi Kedua

Berdasarkan model, Avanza dan Veloz menjadi kontributor ekspor terbesar dengan volume 32.571 unit. Posisi kedua ditempati Raize sebanyak 26.082 unit, disusul Yaris Cross sebesar 20.441 unit.

Di segmen elektrifikasi, ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid mencatat pertumbuhan signifikan. Kedua model itu terkirim sebanyak 12.693 unit pada semester I 2026, naik 46,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak mulai diekspor pada 2023, total pengiriman kedua model hybrid itu telah melampaui 62.906 unit.

Asia Masih Jadi Pasar Utama, Disusul Amerika dan Timur Tengah

Dari sisi geografis, kawasan Asia menyerap 57,8 persen dari total ekspor Toyota Indonesia. Posisi berikutnya ditempati kawasan Amerika sebesar 29,5 persen dan Timur Tengah 12 persen. Secara kumulatif, sejak memulai ekspor pada 1987 hingga semester I 2026, Toyota Indonesia telah mengapalkan 3.296.874 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara.

Presiden TMMIN Nandi Julyanto dalam keterangan resminya menekankan peran kolaborasi dengan lebih dari 760 pemasok lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM). "Bersama-sama, seluruh elemen tersebut berperan dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah dinamika geopolitik global. Kami memastikan produk lokal mampu menjawab kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif," ujarnya.

Tak Hanya Mobil Utuh, Komponen Jadi Andalan Ekspor

Selain kendaraan utuh, Toyota Indonesia juga mengirim berbagai komponen otomotif ke luar negeri. Mulai dari completely knocked down (CKD) parts, komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, hingga die atau alat pencetak untuk proses pengepresan. Rantai pasok ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi global Toyota.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top