BANDA ACEH — Kepemimpinan Mukhtaruddin Usman di Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh kembali diperpanjang setelah memenangkan persaingan ketat dalam Musda III SPS Aceh. Selisih satu suara menentukan kemenangan CEO Media Aceh tersebut atas Zulfikar, pimpinan FA News, dalam pemungutan suara yang digelar di Hotel Amel Convention Hall, Kamis (30/7/2026).
Proses demokrasi internal organisasi berjalan alot. Ketua Steering Committee Muhammad Saleh yang didampingi Barlian dan Safrizal memimpin jalannya musyawarah yang sempat diwarnai perdebatan soal mekanisme pencalonan dan tata tertib pemilihan. Forum bahkan beberapa kali diskors untuk meredakan ketegangan.
Nama Tarmilin yang sempat masuk bursa calon akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Keputusan itu kemudian mendorong Tarmilin bersama Azhari untuk mengusulkan Zulfikar sebagai kandidat resmi, memastikan pemilihan berlangsung dengan dua nama penantang.
Hasil akhir yang hanya terpaut satu suara diterima seluruh peserta dengan lapang dada. Suasana kebersamaan justru menguat setelah pengumuman hasil, menandakan konsolidasi organisasi tetap terjaga meski kompetisi internal berlangsung sengit.
Dalam sambutan perdananya, Mukhtaruddin menegaskan kemenangan ini bukan miliknya pribadi. "Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan kita bersama. Mari bersatu dan memperkuat SPS Aceh demi kemajuan perusahaan pers di Aceh," ujarnya.
Ketua terpilih juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ia berjanji merangkul seluruh anggota tanpa kecuali, termasuk mereka yang berada di kubu berbeda selama proses pemilihan.
Mukhtaruddin menegaskan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus kepemimpinannya ke depan. Peningkatan profesionalisme pengelolaan perusahaan pers dan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama di tengah disrupsi industri media digital.
Independensi pers juga ditekankan sebagai harga mati yang harus dijaga seluruh anggota SPS Aceh. Tantangan industri media digital yang kian kompetitif menuntut perusahaan pers beradaptasi tanpa mengorbankan kredibilitas dan akurasi informasi.
Musda III ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi setelah sebelumnya SPS Aceh menghadapi berbagai dinamika industri pers lokal. Dengan kepemimpinan yang kembali dipercaya, organisasi diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan pers anggota dalam menghadapi transformasi digital yang berjalan cepat.