Jakarta - Demam menjadi salah satu kondisi yang paling sering membuat orang tua khawatir. Padahal, demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh anak dalam melawan infeksi, dan sebagian besar kasus bisa ditangani terlebih dahulu di rumah sebelum memutuskan perlu tidaknya ke dokter.
Langkah pertolongan pertama saat anak demam:
Kapan harus segera ke dokter?
Selain langkah-langkah di atas, penting bagi orang tua untuk tetap tenang saat menghadapi anak demam, karena kepanikan justru bisa membuat penanganan menjadi kurang optimal. Catat waktu dan suhu setiap kali mengukur demam anak, informasi ini akan sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis apabila kondisi anak perlu diperiksa lebih lanjut.
Jangan memberikan aspirin kepada anak yang demam tanpa anjuran dokter, karena berisiko memicu sindrom Reye, kondisi langka namun serius yang bisa memengaruhi hati dan otak anak.
Perhatikan juga pola tidur dan nafsu makan anak selama demam berlangsung. Jika anak masih mau minum dan bermain meski suhu tubuhnya sedikit meningkat, biasanya kondisi tersebut belum terlalu mengkhawatirkan. Namun jika anak terlihat lemas, rewel berlebihan, atau menolak minum sama sekali, sebaiknya segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sediakan selalu termometer, obat penurun demam anak, dan kontak dokter langganan di rumah, agar orang tua bisa lebih sigap dan tidak panik saat anak tiba-tiba mengalami demam di tengah malam maupun akhir pekan.