BANDA ACEH — Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyebut penurunan kunjungan wisman terlihat dari data dua pintu masuk internasional yang dipantau, yakni Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan, Sabang. Jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, angka kunjungan wisman bahkan anjlok hingga 29,42 persen.
“Data kunjungan wisman diperoleh dari dua pintu masuk internasional yang dipantau, yakni Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan, Sabang,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Meski kunjungan mancanegara melemah, industri perhotelan di Aceh justru mencatatkan kinerja positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 29,38 persen pada Juni 2026, atau meningkat 2,35 poin persentase dibandingkan Mei 2026. Capaian ini juga lebih tinggi 4,92 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun TPK hotel nonbintang tercatat 21,15 persen. Angka ini meningkat 1,21 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya, dan naik 1,51 poin persentase secara tahunan.
Data BPS menunjukkan jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Juni 2026 mencapai 22.502 orang. Jumlah tersebut melonjak 31,03 persen dibandingkan Mei 2026, sekaligus naik 6,16 persen dibandingkan Juni 2025.
“Sebaliknya, jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat melalui bandara tersebut tercatat 8.783 orang, turun 29,99 persen dibandingkan Mei 2026 dan menurun 25,38 persen dibandingkan Juni 2025,” jelas Agus.
Di sektor transportasi laut, pergerakan penumpang justru menjadi cerita berbeda. Jumlah penumpang yang berangkat dari berbagai pelabuhan di Aceh pada Juni 2026 mencapai 116.406 orang. Angka ini meningkat signifikan 32,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 16,82 persen dibandingkan Juni 2025.
“Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan pada Juni 2026, aktivitas transportasi domestik dan tingkat hunian hotel di Aceh justru mengalami peningkatan. Hal ini mengindikasikan masih kuatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas perjalanan di dalam negeri,” pungkasnya.