BANDA ACEH — Pergerakan harga pangan di Aceh pada Kamis (6/8/2026) sore menunjukkan tren beragam dengan mayoritas komoditas stabil. Berdasarkan pantauan SP2KP Kemendag, dari 16 komoditas yang dipantau, hanya tiga yang mengalami kenaikan, lima turun, dan delapan lainnya bertahan di harga yang sama.
Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas bawang merah yang naik 0,43 persen menjadi Rp 31.477 per kg. Meski naik, laju kenaikannya relatif tipis dibandingkan penurunan harga cabai yang jauh lebih dalam.
Penurunan paling signifikan terjadi pada cabai merah besar yang anjlok Rp 2.250 atau 4,94 persen menjadi Rp 43.306 per kg. Cabai merah keriting juga ikut melemah 1,74 persen ke harga Rp 43.516 per kg, disusul cabai rawit merah yang turun 0,49 persen menjadi Rp 50.483 per kg.
Selain cabai, beberapa komoditas lain juga terpantau turun. Daging sapi paha belakang melemah tipis 0,14 persen menjadi Rp 159.091 per kg, sementara bawang putih honan turun 0,58 persen ke posisi Rp 36.917 per kg.
Berdasarkan data SP2KP Kemendag, berikut pergerakan harga bahan pokok di Aceh pada Kamis (6/8/2026) pukul 15.18 WIB:
Di sisi lain, harga beras premium dan beras medium tercatat naik meski tipis. Beras premium naik 0,08 persen menjadi Rp 16.259 per kg, sementara beras medium naik 0,09 persen ke level Rp 14.846 per kg.
Kenaikan ini terjadi di tengah stabilnya harga komoditas pokok lainnya seperti telur ayam ras yang bertahan di Rp 26.524 per kg dan daging ayam ras yang tetap di Rp 35.120 per kg. Minyak goreng sawit kemasan premium juga tidak bergerak dari posisi Rp 24.290 per liter.
Fluktuasi harga pangan ini menjadi perhatian bagi konsumen dan pedagang di pasar-pasar Aceh menjelang akhir pekan. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi guna menjaga stok tetap aman di tengah perubahan harga yang terjadi.