MEUREUDU — Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas keluarga besar Kemenag Pidie Jaya terhadap dayah yang tengah tertimpa musibah kebakaran. Penyerahan secara simbolis dilakukan di lokasi dayah dan diterima langsung oleh pimpinan Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar seremonial. Mulyadi beserta jajaran turut didampingi oleh Kasi Pendidikan Islam, Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa), serta sejumlah staf Kemenag Pidie Jaya dalam proses penyerahan bantuan tersebut.
Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap lembaga pendidikan Islam yang sedang berduka. Ia berharap musibah ini tidak menyurutkan semangat para santri dan pengurus dayah untuk terus melanjutkan aktivitas belajar mengajar.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi bentuk kepedulian keluarga besar Kemenag Pidie Jaya. Semoga Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” ujar Mulyadi.
Dana yang disalurkan kali ini bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan murni swadaya pegawai. Pengumpulan dana dilakukan melalui mekanisme infaq yang dihimpun dari seluruh ASN di lingkungan Kemenag Pidie Jaya.
Skema ini dipilih agar respons terhadap musibah bisa bergerak cepat tanpa menunggu prosedur birokrasi yang panjang. Selain paket sembako, bantuan tunai juga diserahkan untuk menunjang kebutuhan operasional dayah pascakebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian material akibat kebakaran yang melanda dayah tersebut. Pihak Kemenag Pidie Jaya juga belum memastikan apakah akan ada bantuan lanjutan dari pemerintah daerah setempat.
Namun, kehadiran rombongan Kemenag pada hari itu setidaknya memberikan sinyal kuat bahwa perhatian terhadap lembaga pendidikan dayah di Aceh tetap menjadi prioritas, terutama saat menghadapi musibah. Masyarakat sekitar pun diharapkan dapat turut membantu proses pemulihan dayah.