BIREUEN — Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bireuen mengoordinasikan pertemuan antara kelompok tani penerima manfaat, para keuchik, dan media untuk mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang terkait pelaksanaan program pertanian. Dialog yang digelar di Warung Makmur (WM) Simpang Seuleumbah, Kecamatan Jeumpa, itu bertujuan menyamakan informasi sekaligus memberi ruang bagi petani menyampaikan kondisi faktual di lapangan.
Sejumlah kelompok tani membantah anggapan bahwa program CSB, Oplah, dan Irpom tidak berguna. Mereka juga meluruskan informasi soal pengelolaan rekening kelompok yang sempat menjadi sorotan.
Bendahara kelompok tani, Munzir, menegaskan bahwa rekening kelompok dikelola langsung oleh pihak petani. Ia membantah keras adanya campur tangan dinas dalam pengelolaan keuangan kelompok.
"Tidak benar itu. Kami sendiri yang datang ke bank, kami yang tanda tangan. Dinas hanya membantu memfasilitasi untuk memudahkan kami," ujar Munzir dalam keterangannya, Minggu malam.
Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak yang mempertanyakan transparansi pengelolaan dana bantuan program pertanian di Bireuen.
Keuchik M. Yanis menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam pemulihan sektor pertanian setelah wilayahnya terdampak banjir. Ia mengaku turut mengawasi langsung jalannya program di desanya.
"Kami sangat bersyukur atas terealisasinya program ini. Saya sebagai keuchik ikut mengawasi program yang masuk ke desa dan dikelola oleh kelompok tani," katanya.
Menurutnya, kehadiran program ini mempercepat petani untuk kembali menggarap sawah yang sempat terendam banjir. Tanpa bantuan tersebut, pemulihan lahan pertanian dipastikan berjalan lebih lambat.
Ketua TMI Bireuen, Azhari, meminta seluruh pihak, termasuk media, menyampaikan informasi secara objektif dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. Ia menekankan bahwa program CSB, Oplah, dan Irpom merupakan bagian penting dalam upaya mempercepat pemulihan pertanian pascabencana.
"TMI sudah melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah kelompok tani penerima manfaat untuk memastikan keberadaan dan manfaat program tersebut di lapangan," ujar Azhari.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan mengutamakan kepentingan petani agar pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen berjalan cepat dan tepat sasaran. Pertemuan tersebut akhirnya menjadi ruang klarifikasi bersama antara kelompok tani, pemerintah desa, media, dan TMI Bireuen guna mencegah kesimpangsiuran informasi.