BANDA ACEH — Sebanyak 285 calon siswa menjalani sidang penetapan kelulusan Calon Bintara PK TNI AD Gelombang III TA 2026 di Markas Kodam Iskandar Muda. Sidang ini merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung sejak pemeriksaan administrasi hingga mental ideologi.
Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menegaskan bahwa sidang ini bukan sekadar formalitas, melainkan mekanisme untuk memastikan hanya calon terbaik yang lolos. Prinsip yang dipegang teguh adalah "The Right Man in The Right Place", di mana setiap peserta dinilai dari kompetensi dan kualitas yang sesuai kebutuhan organisasi.
Panitia menelaah hasil seleksi dari beberapa aspek sebelum menetapkan kelulusan. Aspek-aspek tersebut meliputi:
Setiap aspek dinilai secara terpisah oleh tim yang berkompeten. Hasil evaluasi inilah yang kemudian dibahas dalam sidang untuk menentukan peserta yang layak mengikuti pendidikan Bintara TNI AD.
Dalam arahannya, Pangdam IM mengingatkan seluruh panitia agar menjaga profesionalisme dan menghindari intervensi dari pihak mana pun. Ia menekankan bahwa proses seleksi harus berjalan objektif dan transparan.
"Proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif dan transparan. Pilih calon prajurit yang benar-benar memenuhi persyaratan, baik dari aspek kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi maupun aspek lainnya. Jangan sampai ada calon yang memenuhi syarat terabaikan, dan jangan pula ada calon yang tidak memenuhi syarat diluluskan," tegas Pangdam IM.
Ia juga mengingatkan bahwa penerimaan prajurit merupakan langkah awal membentuk sumber daya manusia TNI AD. Kemampuan fisik saja tidak cukup, tetapi mental, karakter, disiplin, dan loyalitas menjadi syarat mutlak.
"Yang kita cari bukan hanya calon prajurit yang memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memiliki mental, karakter, disiplin, integritas dan loyalitas yang baik. Karena mereka nantinya akan menjadi bagian dari TNI Angkatan Darat dan mengemban tugas negara," lanjutnya.
Pelaksanaan sidang ini menjadi bukti komitmen Kodam Iskandar Muda dalam menjaga kredibilitas penerimaan prajurit. Panitia memastikan seluruh hasil seleksi telah melalui pemeriksaan sesuai prosedur dan standar yang ditentukan.
Bagi para calon siswa, sidang ini menjadi penentu perjalanan mereka mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI AD. Setiap peserta dituntut menunjukkan kemampuan terbaik dan menjaga integritas selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
Melalui proses yang ketat dan terukur ini, diharapkan terpilih calon Bintara yang tangguh, profesional, dan memiliki semangat pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara. Kodam Iskandar Muda akan terus berkomitmen membangun sumber daya manusia TNI AD yang modern dan berintegritas dalam menghadapi tantangan pertahanan negara ke depan.