ACEH — Majalah Car and Driver edisi Juni 1994 melakukan uji banding sembilan sedan empat pintu dengan harga di bawah US$13.500 (sekitar Rp216 juta dengan kurs saat ini). Pesertanya adalah Dodge Neon, Ford Escort, Honda Civic, Hyundai Elantra, Kia Sephia, Mazda Protegé, Nissan Sentra, Saturn SL1, dan Toyota Corolla. Semua memakai penggerak roda depan, mesin empat silinder, dan muat empat penumpang.
Uji coba dilakukan di jalanan kota yang rusak, jalan dua jalur pedesaan, dan tol antarnegara bagian. Setiap mobil diukur akselerasi 0-60 mph, pengereman dari 60 mph, grip lintasan, kecepatan lane-change, konsumsi bahan bakar, serta kenyamanan harian. Hasilnya, beberapa mobil langsung terlupakan, tetapi satu model tampil menonjol.
Kia Sephia GS menempati posisi kesembilan alias juru kunci. Mobil Korea ini sebenarnya menawarkan fitur lengkap: AC, power window, spion elektrik, kunci remote, dan tape radio—semua termuat dalam harga US$12.065. Namun, dinamika berkendaranya mengecewakan.
Tenaga 88 hp dari mesin 1,6 liter terasa lamban, kopling lembek, dan perpindahan gigi tidak presisi. Konsumsi bahan bakarnya juga boros, hanya 24 mpg, sama seperti Mazda Protegé yang jadi yang kedua paling boros. Di jalan tol, Sephia mudah terombang-ambing angin dan goyangan bodi terasa jelas saat menikung pelan. Jok belakangnya justru jadi nilai plus: lega dan empuk.
Saturn SL1 menempati posisi kedelapan. Mesin 1,9 liter SOHC-nya mengeluarkan suara menggeram saat idle dan meraung di putaran tinggi. Tenaganya cuma 85 hp. Dealer yang ramah dan layanan purna jual yang baik tetap jadi alasan utama orang membeli Saturn, bukan performanya.
Hyundai Elantra GLS dan Ford Escort LX berbagi posisi keenam dan ketujuh. Keduanya tidak punya kelemahan fatal, tetapi juga tidak menawarkan sesuatu yang istimewa. Escort yang diuji dibangun di Meksiko, sementara Elantra datang dari Korea dengan garansi panjang.
Nissan Sentra XE dan Mazda Protegé mengisi posisi keempat dan kelima. Sentra dikenal andal dan irit, tetapi handling-nya kurang hidup. Protegé, yang masih diimpor utuh dari Jepang, justru punya sasis paling menyenangkan di kelasnya, meski mesinnya kurang bertenaga dan kabinnya bising.
Toyota Corolla DX menempati posisi ketiga. Mobil buatan AS ini menawarkan keseimbangan sempurna antara keandalan, kenyamanan, dan nilai jual kembali. Namun, Car and Driver menilai Corolla terlalu steril—tidak ada sensasi berkendara yang bikin pengemudi tersenyum.
Honda Civic DX harus puas di posisi kedua. Mesinnya responsif, konsumsi bensinnya terbaik di kelasnya, dan kualitas build-nya rapat. Kekurangannya: harga jualnya paling tinggi di antara peserta lain, dan pengemudi tinggi akan merasa sempit di kabin.
Pemenangnya adalah Dodge Neon. Mobil ini mengalahkan semua lawannya dengan kombinasi tenaga 132 hp dari mesin 2,0 liter, handling yang tajam, dan harga yang bersahabat. Neon juga mencatatkan akselerasi 0-60 mph tercepat dan jarak pengereman terpendek di antara sembilan peserta. Para penguji menyebut Neon sebagai satu-satunya sedan murah yang benar-benar menyenangkan dikendarai setiap hari.
Menariknya, Neon adalah pendatang baru di segmen ini, sementara Civic dan Corolla sudah mapan bertahun-tahun. Hasil uji ini membuktikan bahwa inovasi dan keberanian mengambil risiko bisa menggeser pemain lama yang nyaman dengan posisinya.