Pencarian

BPBD Aceh Besar Catat 47 Karhutla Sepanjang Agustus, Perangkat Gampong Dilibatkan untuk Cegah Kebakaran Lahan

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:03:31 WIB
BPBD Aceh Besar Catat 47 Karhutla Sepanjang Agustus, Perangkat Gampong Dilibatkan untuk Cegah Kebakaran Lahan
Personel BPBD Aceh Besar memantau titik api karhutla di kawasan lahan kering yang terdampak musim kemarau.

Sepanjang Agustus 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mencatat 47 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan 53 hektare area di 18 kecamatan. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD kini merangkul perangkat gampong sebagai garda terdepan untuk mengedukasi warga dan mencegah meluasnya titik api.

BANDA ACEH — BPBD Aceh Besar menggandeng aparatur gampong dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang kian marak saat musim kemarau. Langkah ini diambil menyusul tingginya frekuensi karhutla yang tersebar di hampir separuh wilayah kabupaten tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil mengatakan, perangkat gampong memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Imbauan untuk tidak membakar lahan atau sampah dinilai lebih efektif jika disampaikan oleh aparatur desa.

"Pemerintahan gampong merupakan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga dengan peran serta aparatur gampong dapat mencegah karhutla," kata Ridwan Jamil di Posko Kekeringan di Sibreh, Sabtu.

47 Titik Api dan 18 Kecamatan Terdampak

Data BPBD Aceh Besar mencatat sejak awal Agustus hingga kini, sedikitnya 47 kasus kebakaran lahan terjadi dengan total area terbakar mencapai 53 hektare. Karhutla tersebut melanda 18 kecamatan yang tersebar di kabupaten itu.

Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau yang melanda wilayah Aceh Besar, membuat lahan kering mudah terbakar dan api cepat merambat. BPBD mengimbau warga untuk menahan diri membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kami minta warga untuk waspada dan menahan diri untuk tidak membakar saat membersihkan lahan atau kebun demi mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas," ujarnya.

Surat Edaran Bupati Jadi Payung Hukum

Pelibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat gampong ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Aceh Besar, Muharram Idris. Edaran tersebut memuat instruksi tentang Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Terhadap Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan serta Angin Kencang.

Dengan dasar tersebut, BPBD berharap seluruh pihak bergerak aktif, bukan hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran. Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan menjadi kunci utama pencegahan.

10 Pos Siaga dan Koordinasi dengan TNI/Polri

Untuk memastikan penanganan cepat, BPBD Aceh Besar telah menyiagakan seluruh personel di sepuluh pos pantau. Personel diminta bergerak sigap menangani setiap titik api yang muncul di wilayah masing-masing.

Petugas damkar juga berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari TNI/Polri untuk penanggulangan di setiap titik karhutla. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu menekan luas lahan terbakar.

"Seluruh personel siap bergerak dengan cepat untuk melakukan berbagai upaya penanganan dalam masing-masing wilayah dan tentu kita juga tidak pernah lelah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dalam kesiapsiagaan bencana," pungkas Ridwan Jamil.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks