ACEH — Paragraf pembuka: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menetapkan harga perak hari ini di level Rp 42.260, naik Rp 400 dari posisi kemarin Rp 41.860. Penguatan ini sejalan dengan tren harga perak global yang kembali bergerak naik setelah sepekan tertekan data inflasi Amerika Serikat.
Antam menawarkan perak dalam beberapa varian, mulai dari perak batangan 250 gram yang dipatok Rp 11.090.000, hingga perak batangan 500 gram seharga Rp 21.255.000. Perusahaan juga menyediakan perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen.
Mengutip Trading Economics, harga perak dunia naik 1,13 persen menjadi US$ 64,27 per ons. Sepanjang pekan ini, harga perak sempat menyentuh kisaran US$ 65 per ons pada Jumat, meski secara mingguan masih turun lebih dari 1 persen.
Penurunan mingguan terjadi karena investor mencerna data inflasi AS terbaru. Inflasi Negeri Paman Sam bertahan di 3,4 persen pada Agustus, sesuai perkiraan pasar. Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan naik 0,4 persen, kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir.
IHK inti meningkat 0,3 persen secara bulanan, melampaui perkiraan 0,2 persen. Meski begitu, tingkat tahunannya melandai ke 2,4 persen, level terendah sejak Maret 2021.
Data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh The Fed pekan depan. CME FedWatch Tool mencatat probabilitas sekitar 86 persen, naik dari 70 persen sebelum data inflasi dirilis.
Harga produsen AS juga meningkat pada Agustus akibat konflik terkait Iran yang mendorong kenaikan biaya energi grosir. Sementara data pasar tenaga kerja pekan lalu menunjukkan ketahanan lapangan kerja yang berlanjut.
Kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia seperti perak dan emas, karena keduanya tidak memberikan imbal hasil bunga. Meski demikian, harga perak hari ini tetap menguat seiring pergerakan teknikal jangka pendek.
Harga emas spot naik 1,1 persen menjadi US$ 4.363,01 per ons pada Jumat (11/9/2026). Logam mulia ini sebelumnya sempat turun hampir 2 persen pada Kamis setelah data Indeks Harga Produsen AS menunjukkan kenaikan sesuai ekspektasi.
"Emas pulih dengan cepat setelah sempat turun sesaat, karena data CPI tampaknya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Volatilitas cenderung mereda karena pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebesar 70 persen," ujar pedagang logam independen Tai Wong.
Harga emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah di level US$ 4.408,90 per ons. Secara mingguan, emas masih mencatat penurunan sekitar 1,5 persen.
Permintaan emas di India cenderung lesu pekan ini karena fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri. Sebaliknya, permintaan investasi tetap kuat di China, negara konsumen emas terbesar dunia.
Penutup: Bagi investor ritel Indonesia, pergerakan harga perak Antam hari ini mencerminkan dinamika global yang dipengaruhi data inflasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed. Harga perak Antam akan terus disesuaikan mengikuti tren pasar dunia dan pergerakan harga emas.