ACEH BESAR — Data kegempaan yang dihimpun BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar menunjukkan 110 gempa terjadi di Aceh dan sekitarnya selama September 2026. Sebanyak 74 kejadian berkekuatan magnitudo kurang dari 3, sedangkan 36 gempa berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5.
Tidak ada satu pun gempa yang magnitudonya melewati angka 5 sepanjang periode tersebut. Artinya, seluruh aktivitas kegempaan yang tercatat sepanjang September tergolong kecil hingga menengah.
Dari sisi kedalaman, aktivitas gempa di Aceh didominasi jenis dangkal. Sebanyak 100 dari 110 kejadian tercatat pada kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Sepuluh gempa sisanya berada di kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa dalam yang tercatat, yakni yang kedalamannya melewati 300 kilometer.
Pola ini menunjukkan sumber gempa di wilayah Aceh selama September mayoritas berasal dari lapisan kerak bumi bagian atas, bukan dari zona subduksi dalam.
Aktivitas kegempaan berlangsung hampir setiap hari sepanjang September dengan jumlah yang bervariasi. Catatan tertinggi terjadi pada 6 September ketika delapan gempa tercatat dalam satu hari.
Meski frekuensinya terbilang rutin, hanya lima kejadian yang getarannya sampai dirasakan warga. Jumlah itu setara kurang dari 5 persen dari total gempa yang terdeteksi alat.
Sebagian besar gempa yang tercatat berkekuatan kecil sehingga energi yang sampai ke permukaan tidak cukup kuat mengguncang bangunan atau terasa oleh manusia. Gempa dengan magnitudo di bawah 3 umumnya hanya terekam oleh seismograf.
Faktor kedalaman juga berpengaruh. Gempa dangkal dengan magnitudo kecil tetap bisa tidak dirasakan jika pusatnya berada di laut atau jauh dari permukiman.
BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar mempublikasikan rekap aktivitas kegempaan tersebut melalui akun Instagram resminya, @stageof.acehbesar.bmkg. Data ini menjadi rujukan pemantauan seismik rutin di wilayah paling barat Indonesia.
Wilayah Aceh memang berada di zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sehingga aktivitas gempa menjadi hal yang lazim tercatat setiap bulan. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan setiap perubahan pola dapat terdeteksi lebih awal.