BSI Aceh Targetkan KUR Rp350 Miliar dan Siapkan 275 Kuota Sertifikasi Halal UMKM di SYAFIF 2026

Penulis: Alfian Batubara  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 09:31:31 WIB
BSI Regional Aceh menyediakan 275 kuota fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM dalam Financial Clinic UMKM di SYAFIF Goes to Aceh 2026.

BANDA ACEH — Financial Clinic UMKM menjadi salah satu program utama BSI Regional Aceh dalam SYAFIF Goes to Aceh 2026. Lewat klinik itu, BSI bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyediakan konsultasi keuangan serta fasilitasi pengurusan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Kuota sertifikasi halal yang disiapkan mencapai 275. Fasilitas ini membuka kesempatan bagi UMKM memperoleh pendampingan memenuhi persyaratan sertifikasi sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

Mengapa Sertifikasi Halal Jadi Kunci bagi UMKM Aceh

Fasilitasi tersebut berkaitan langsung dengan persiapan pemberlakuan wajib halal mulai 18 Oktober 2026. Kewajiban itu mencakup produk makanan dan minuman usaha mikro dan kecil.

BPJPH menegaskan penguatan kesiapan pelaku usaha menjadi bagian penting dari pelaksanaan kebijakan tersebut. Artinya, pendampingan sertifikasi tidak sekadar memenuhi ketentuan, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyebut klinik keuangan ini sebagai cara BSI hadir lebih dekat dengan pelaku usaha.

"Melalui Financial Clinic UMKM ini, BSI ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha, tidak hanya melalui layanan perbankan dan keuangan syariah, tetapi juga melalui konsultasi dan fasilitasi yang mendukung pengembangan bisnis. Kami berharap kolaborasi dengan Kementerian Agama dan BPJPH dapat membantu semakin banyak UMKM memperoleh pendampingan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal dan meningkatkan daya saing produknya," kata Imsak dalam keterangan yang diterima Dialeksis.

Target KUR Rp350 Miliar untuk Usaha Produktif

Pada sisi permodalan, BSI Regional Aceh menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp350 miliar. Target itu diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha produktif di provinsi berjuluk Serambi Mekkah tersebut.

Pemanfaatan 275 kuota sertifikasi halal tetap bergantung pada pengajuan dan pemenuhan persyaratan pelaku usaha. BSI menyediakan fasilitasnya, sementara realisasi bergantung pada respons UMKM.

Dana Pihak Ketiga Rp22,3 Triliun dan 5,3 Juta Nasabah

Dalam paparan kinerja yang dipublikasikan pada 4 September 2026, BSI Regional Aceh melaporkan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp22,3 triliun. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp26,1 triliun hingga Juli 2026.

Jumlah nasabah tercatat 5,3 juta orang. Rasio pembiayaan sehat berada di angka 97,47 persen, meningkat dibanding posisi sebelumnya yang disebut sebesar 96,55 persen.

Jangkauan layanan ditopang lebih dari 138 outlet, 20.822 BSI Agen, dan lebih dari 56.567 merchant QRIS. Layanan Tabungan Haji di Aceh telah digunakan lebih dari 422 ribu nasabah.

BYOND dan BSI UMKM Center Jaga Layanan Tetap Terjangkau

Penguatan akses juga dilakukan melalui kanal digital BYOND by BSI. Imsak menyampaikan aplikasi ini menjadi pintu akses layanan yang terintegrasi, termasuk transaksi harian, pengelolaan emas, serta kebutuhan layanan haji dan umrah.

Pendampingan usaha memiliki wadah berkelanjutan melalui BSI UMKM Center di Aceh. Dalam publikasi resmi perusahaan pada 4 Agustus 2026, fasilitas itu dijelaskan sebagai pusat pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, serta ruang memperkenalkan produk UMKM binaan.

Keberadaan pusat pendampingan ini penting karena kebutuhan pelaku usaha tidak berhenti pada tambahan modal. Pengelolaan bisnis, legalitas, dan kualitas produk ikut menentukan daya saing UMKM Aceh di pasar yang semakin ketat.

Imsak menilai SYAFIF menjadi momentum memperkuat sinergi industri keuangan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi syariah.

"BSI Regional Aceh mendukung pelaksanaan SYAFIF Goes to Aceh 2026 sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan produk keuangan syariah, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif," ujarnya.

Rangkaian SYAFIF Goes to Aceh 2026 sendiri menghadirkan pameran layanan keuangan, bazar UMKM, konsultasi usaha, serta edukasi literasi syariah. Kegiatan ini membuka ruang pertemuan langsung antara masyarakat dan industri jasa keuangan selama tiga hari di pelataran masjid kebanggaan warga Banda Aceh.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top