TAPAKTUAN — Polres Aceh Selatan meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih pekat. Kelompok yang paling perlu diperhatikan adalah anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan.
Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan usai terpapar asap diminta tidak menunda mencari pertolongan medis. Langkah itu untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius.
Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan. Jarak pandang pengendara ikut berkurang sehingga risiko kecelakaan lalu lintas naik.
Pengguna jalan diminta memperlambat kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan. Jika jarak pandang terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan.
Kapolres mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik itu berpotensi memicu kebakaran meluas dan menambah kabut asap.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan maupun keselamatan masyarakat," ujarnya.
Polres Aceh Selatan meminta warga segera melaporkan temuan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Laporan bisa disampaikan lewat layanan Kepolisian 110.
Peran aktif warga dinilai penting untuk mencegah karhutla meluas. Menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap berlangsung menjadi kunci menekan dampaknya.