KUTACANE — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 BPJN Aceh, Jaya Juliadi, memaparkan capaian penanganan bencana hidrometeorologi di ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane. Pekerjaan meliputi overlay aspal, patching, penanganan banjir di Desa Kuning, serta longsor di Gunung Gurah, Ketambe, dan Jongar. Sejumlah pekerjaan tanggap darurat juga terus dikebut.
"Per tanggal 12 Oktober 2026, progres pekerjaan menunjukkan hasil positif di hampir seluruh titik," ujar Jaya, Ahad lalu.
Untuk pekerjaan tanggap darurat ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, rencana 75,49 persen dengan realisasi 75,52 persen atau deviasi +0,04 persen. Adapun tanggap darurat secara umum telah rampung 100 persen.
Sementara pekerjaan permanen di empat titik longsoran dan dua jembatan mencatat rencana 78,12 persen, realisasi 78,26 persen atau deviasi +0,14 persen.
Penggantian Jembatan Pantai Dona mencatat rencana 71,55 persen dengan realisasi 60,47 persen atau deviasi -11,08 persen. Ini menjadi salah satu titik dengan capaian paling jauh dari target.
Selain itu, preservasi jalan dan jembatan Batas Gayo Lues–Aceh Tenggara hingga Batas Sumut oleh PT Benua Cipta Sumatera mencatat rencana 100 persen, realisasi 99,03 persen atau deviasi -0,97 persen.
Adapun penanganan longsoran oleh PT Horas Bangun Persada dengan block beton dan bronjong baru mencapai rencana 45,16 persen, realisasi 35,20 persen atau deviasi -9,96 persen.
Jaya menegaskan pihaknya terus mendorong percepatan pekerjaan di seluruh titik. Ruas jalan nasional ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Aceh Tenggara yang selama ini bergantung pada kelancaran transportasi darat.
Percepatan diperlukan agar akses jalan nasional yang menghubungkan Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Kutacane kembali normal. Sejumlah pekerjaan permanen ditargetkan rampung sesuai jadwal yang ditetapkan.