BANDA ACEH — Pemantauan IQAir memperlihatkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di Banda Aceh bertambah 6,5 µg/m³ dalam sehari. Angka 18,4 µg/m³ itu terhitung dari model berbasis satelit (satellite-derived model), bukan pengukuran sensor darat. Kenaikan tersebut mengangkat AQI Banda Aceh ke 68, masih dalam rentang kategori sedang.
Berapa Kali Lipat di Atas Ambang WHO?
Konsentrasi PM2.5 Banda Aceh pada waktu pengukuran setara 3,7 kali nilai panduan tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia. Panduan itu jadi acuan global untuk membatasi paparan partikel halus dalam jangka panjang. Angka 3,7 kali menunjukkan beban polusi yang dihirup warga masih jauh di atas rekomendasi.
IQAir menempatkan PM2.5 sebagai polutan utama dalam pembacaan AQI kota tersebut. Partikel seukuran itu bisa menembus saluran napas bagian dalam dan masuk ke aliran darah.
Siapa yang Paling Perlu Waspada
Rekomendasi kesehatan IQAir menyasar kelompok sensitif agar mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Warga juga dianjurkan menutup jendela supaya udara tercemar tidak masuk ke rumah. Masker dipakai saat beraktivitas di luar, dan pemurni udara dioperasikan bila tersedia.
Anak-anak, lansia, serta orang dengan sensitivitas terhadap polusi masuk daftar yang perlu menyesuaikan aktivitas luar ruangan. Imbauan serupa berlaku bagi warga yang memantau kualitas udara secara berkala.
Asap Karhutla Terdeteksi, tapi Kontribusinya Belum Pasti
BMKG sebelumnya mengonfirmasi kabut asap di Aceh berasal dari sebaran asap kebakaran hutan dan lahan. Citra satelit Himawari-9 pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB menangkap sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Di Sumatera, asap terpantau meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Di Kalimantan, sebaran tercatat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kendati asap karhutla sudah terdeteksi di Aceh, data AQI Banda Aceh belum cukup untuk memastikan besar kontribusinya terhadap kenaikan PM2.5 dalam dua hari terakhir. Angka AQI dan PM2.5 juga hanya menggambarkan kondisi pada waktu pengukuran, sehingga bisa berubah mengikuti cuaca dan sebaran polutan.
Angka Pagi Ini Bisa Berbeda Sore Nanti
Pembacaan IQAir yang dikutip berpatokan pada pembaruan pukul 10.00 WIB pada 16 dan 17 Oktober 2026. Warga diminta memeriksa perkembangan kualitas udara secara berkala sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.