BANDA ACEH — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pemulihan pascabencana harus memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan dasar. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau percepatan rehabilitasi tujuh TPA di Aceh.
Dody menyebut perbaikan infrastruktur persampahan sama pentingnya dengan pemulihan jalan dan bangunan yang rusak akibat bencana.
"Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar," kata Dody, Senin (19/10/2026).
Rehabilitasi mencakup penambahan kapasitas penampungan sampah, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, perbaikan jalan akses, serta pembangunan fasilitas pendukung. Seluruh pekerjaan tersebar di tujuh kabupaten.
Selain Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, perbaikan dilakukan di TPA Blang Beururu (Bireuen), Blang Awe (Pidie Jaya), Uwer Tetemi (Aceh Tengah), Selamat Indah (Aceh Tenggara), serta Lhok Tujoh (Aceh Timur).
TPA Teupin Keubeu di Aceh Utara menjadi salah satu lokasi prioritas. Fasilitas ini melayani sekitar 641 ribu jiwa di 25 kecamatan, dengan volume sampah mencapai 85 ton per hari.
Beban sebesar itu membuat kapasitas penampungan dan pengolahan air lindi menjadi krusial. Tanpa perbaikan, risiko pencemaran lingkungan di sekitar kawasan terus mengintai.
Rehabilitasi TPA Kampung Durian di Aceh Tamiang dilaporkan hampir selesai. Pekerjaan di lokasi ini mencakup pembangunan sel landfill seluas 1,1 hektare, instalasi pengolahan air lindi, dan peningkatan jalan akses sepanjang satu kilometer.
Progres tersebut menjadikan Kampung Durian salah satu titik yang paling siap beroperasi kembali di antara tujuh TPA yang dibenahi.
Kepala BPBPK Aceh Tommy Permadhi menyatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar fasilitas sanitasi kembali berfungsi dengan kapasitas lebih baik. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar pekerjaan di lapangan sesuai kebutuhan dan target.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pekerjaan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan dan target, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya," ujar Tommy.
Kementerian PU memastikan pelaksanaan pekerjaan terus dipantau dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan keberlanjutan fungsi fasilitas. Pemulihan tujuh TPA ini diharapkan memperlancar layanan persampahan sekaligus menjaga lingkungan di wilayah Aceh yang terdampak bencana.