ACEH — BYD Flash Charging resmi beroperasi di Indonesia sejak pertengahan Oktober 2026 dan mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit. Pengamat menilai kehadiran stasiun pengisian ultra cepat ini akan mendorong merek lain menghadirkan teknologi serupa, meski pemanfaatannya belum optimal karena terbatas pada model tertentu.
Stasiun pengisian daya ultra cepat BYD Flash Charging dirancang untuk lini teranyar BYD yang memakai Blade Battery generasi kedua. Dua model yang bisa memanfaatkan pengisian ekstra cepat adalah New Denza D9 dan Denza Z9GT. Lini produk BYD lain tetap bisa menggunakan stasiun ini, tetapi dengan kecepatan pengecasan normal sesuai kemampuan baterainya.
Founder EVSafe Indonesia sekaligus pengamat otomotif Mahaendra Gofar menilai kehadiran BYD Flash Charging belum bisa optimal menjadi solusi pengisian daya karena model yang kompatibel masih terbatas. "Ini hanya masalah waktu, apalagi kalau BYD juga mulai menjual model-model lain yang bisa memanfaatkan flash charging secara optimal. Mungkin dalam satu tahun ke depan," kata Mahaendra kepada KatadataOTO.
BYD Flash Charging hadir di Indonesia sejak pertengahan Oktober 2026. Pengisian baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya butuh waktu lima menit. Sementara dari 10 persen ke 97 persen, waktu pengisian dayanya sembilan menit.
Bentuk SPKLU BYD Flash Charging juga jadi sorotan tersendiri. Penempatan gun pengisian daya digantung dari atas, kemudian bobotnya ringan sehingga mudah dioperasikan.
Kehadiran BYD Flash Charging membuka peluang baru bagi pasar mobil listrik lokal. BYD berpotensi menghadirkan lebih banyak model anyar yang sudah disematkan Blade Battery generasi kedua. Merek-merek lain juga akan mempertimbangkan kehadiran fast charging guna mempermudah konsumen saat mengisi daya baterai.
"Geely dan Chery sudah mengeluarkan sistem fast charging serupa. Sama seperti BYD, hanya model teranyarnya yang bisa memanfaatkan secara optimal," kata Mahaendra.
Menurut Mahaendra, stasiun pengisian daya cepat di luar BYD Flash Charging saat ini punya aliran 60 kW sampai 150 kW. "Ini mungkin yang bisa ditingkatkan jumlahnya untuk mendukung kebutuhan infrastruktur charging," ujarnya.
Infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong adopsi mobil listrik di dalam negeri. Kehadiran stasiun ultra cepat seperti BYD Flash Charging menambah pilihan bagi pengguna, tetapi jumlah stasiun berdaya besar masih perlu diperbanyak agar manfaatnya terasa lebih luas.
Bagi konsumen, kecepatan pengisian menjadi pertimbangan utama selain harga dan jangkauan baterai. Stasiun yang mampu mengisi dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit berpotensi mengubah kebiasaan pengisian daya, dari pengisian lama di rumah menjadi pengisian singkat di perjalanan.