BANDA ACEH — Insiden penertiban Bendera Bulan Bintang di Gampong Pulo Keunari terjadi di tengah rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Wagub Aceh Fadhlullah menegaskan keselamatan rakyat harus jadi prioritas di atas perbedaan pandangan apa pun.
"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa," kata Fadhlullah dalam keterangannya di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).
Korban Jiwa dan Luka-Luka dari Masyarakat Sipil
Peristiwa di Kecamatan Tiro menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Fadhlullah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh.
"Saya sangat sedih dan prihatin saat mendengar kejadian ini. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie," ujarnya.
Menurut Fadhlullah, peristiwa tersebut menjadi duka bagi masyarakat Aceh karena terjadi dalam suasana peringatan Maulid Nabi yang semestinya diisi dengan kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan.
Gubernur Mualem Ingin Kasus Ditangani Lewat Jalur Hukum
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah mengetahui peristiwa tersebut dan menyampaikan keprihatinan serta duka mendalam. Gubernur menginginkan persoalan ditangani melalui mekanisme hukum karena ada korban dari masyarakat sipil.
"Tentu penanganan secara hukum. Ada korban jiwa dari masyarakat sipil, ada korban yang terluka juga dari masyarakat sipil," kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).
Nurlis menegaskan penanganan kasus harus tetap berada dalam koridor perdamaian dan mengedepankan penegakan hukum yang adil.
"Prinsip utamanya adalah tetap dalam koridor perdamaian, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat," ujarnya.
Imbauan Menahan Diri agar Konflik Tidak Meluas
Fadhlullah meminta seluruh pihak menahan diri agar persoalan Bendera Bulan Bintang tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Persoalan terkait pengibaran bendera itu, menurutnya, perlu diselesaikan secara bermartabat dan kepala dingin tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat sipil.
"Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," katanya.
Pemerintah Aceh belum merinci langkah lanjutan di luar penanganan hukum yang sedang berjalan. Korban luka-luka dari peristiwa di Pidie masih dalam penanganan pihak terkait.