Nilai Tukar Petani Aceh Turun 0,24 Persen pada Oktober 2026, Perikanan Melemah Paling Dalam

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 03 November 2026 | 22:46:01 WIB
Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria menyampaikan NTP Aceh Oktober 2026 tercatat 128,90 atau turun 0,24 persen dibanding September 2026.

BANDA ACEH — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Agus Andria menyebut pelemahan daya tukar petani terjadi di hampir seluruh subsektor. Hanya hortikultura yang mencatat kenaikan pada periode yang sama.

Angka NTP 128,90 menempatkan Aceh masih di atas ambang 100. Artinya, secara agregat harga yang diterima petani masih lebih tinggi daripada harga yang dibayar. Namun arah pergerakannya pada Oktober 2026 menunjukkan tekanan, bukan penguatan.

Perikanan Turun 0,90 Persen, Terdalam di Antara Lima Subsektor

Subsektor perikanan melemah 0,90 persen, dari 122,41 menjadi 121,31. Penurunan terjadi di dua kelompok sekaligus: NTP nelayan turun 0,78 persen menjadi 127,01, sedangkan NTP pembudidaya ikan turun 1,15 persen menjadi 111,96.

Tanaman perkebunan rakyat menyusul dengan penurunan 0,54 persen, dari 170,34 menjadi 169,42. Subsektor tanaman pangan turun 0,38 persen dari 105,99 menjadi 105,59, dan peternakan melemah tipis 0,07 persen dari 101,69 menjadi 101,62.

Hortikultura Satu-satunya yang Naik, Melonjak 6,69 Persen

Subsektor hortikultura mencatat peningkatan NTP paling tinggi, yakni 6,69 persen. Indeksnya naik dari 102,90 pada September menjadi 109,79 pada Oktober 2026.

Kenaikan itu menjadi penopang utama sehingga NTP Aceh tidak jatuh lebih dalam. Tanpa lonjakan hortikultura, pelemahan empat subsektor lain akan menekan angka provinsi lebih besar.

Cabai dan Gabah Jadi Penentu Arah Indeks

Dari sisi harga yang diterima petani, komoditas gabah, kopi, dan kelapa sawit memberi kontribusi terhadap indeks It. Sementara pada indeks harga yang dibayar petani, cabai merah, cabai hijau, dan cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan.

Artinya, biaya yang harus ditanggung petani naik antara lain karena harga cabai di pasar. Beban itu tidak selalu sejalan dengan harga komoditas yang mereka jual.

Apa Arti NTP 128,90 bagi Petani Aceh

NTP merupakan indikator daya tukar petani, dihitung dari perbandingan indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar. Nilai di atas 100 berarti petani secara umum masih untung, tapi penurunan angka menunjukkan keuntungan itu menyusut.

Agus menegaskan posisi indeks bulan ini dalam konferensi pers BPS Aceh.

"NTP Oktober 2026 128,90, turun 0,24 persen dibandingkan September 2026. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) tercatat sebesar 126,40 atau meningkat 0,11 persen," ujarnya.

Penurunan pada Oktober memperlihatkan tekanan daya tukar petani di sejumlah sektor pertanian Aceh. Subsektor perikanan dan pembudidaya ikan perlu perhatian tersendiri karena keduanya turun paling tajam di periode ini.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top