Pencarian

41 Hunian Sementara Korban Bencana di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang, 12 Unit Ambruk Berat

Rabu, 03 Juni 2026 • 10:46:25 WIB
41 Hunian Sementara Korban Bencana di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang, 12 Unit Ambruk Berat
Hunian sementara korban bencana di Aceh Utara rusak diterjang angin kencang.

LHOKSUKON — Cuaca ekstrem yang melanda empat gampong di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (2/6/2026) sore, mengakibatkan kerusakan parah pada puluhan hunian sementara. Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, sedikitnya 41 unit huntara yang dihuni para penyintas bencana mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.

Dari total tersebut, 12 unit dilaporkan rusak berat, sementara sisanya mengalami rusak sedang dan ringan. Kerusakan terbanyak tercatat di Gampong Rumoh Rayeuk, dengan 26 unit huntara terdampak.

Empat Gampong Terdampak dan Tingkat Kerusakan

Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Fauzan, menyebutkan bahwa kerusakan tersebar di empat gampong, yakni Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Langkahan, dan Geudumbak. “Berdasarkan data tercatat 41 unit huntara dilaporkan rusak, 12 di antaranya rusak berat, sementara sisanya bervariasi dari rusak sedang dan rusak ringan,” ujar Fauzan kepada Komparatif.ID, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan, jumlah kerusakan paling signifikan terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk yang mencapai 26 unit. Kondisi ini membuat sebagian penyintas kehilangan tempat berteduh yang layak dalam waktu singkat.

Langkah Darurat: Tenda Kembali Disalurkan

Menyikapi situasi ini, BPBD Aceh Utara segera mengambil langkah darurat. Sambil menunggu proses perbaikan huntara, pihaknya akan menyalurkan kembali tenda-tenda darurat yang sebelumnya digunakan pada masa awal penanganan bencana.

“Untuk sementara, penghuni huntara yang rusak akan kita bagikan lagi tenda-tenda yang kita gunakan saat masa-masa awal bencana. Tenda-tenda tersebut kita bagikan sembari menunggu perbaikan huntara rampung,” kata Fauzan.

Laporan ke BNPB: Harapan Perbaikan Segera

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah melaporkan kerusakan ini kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk ditindaklanjuti. Fauzan menegaskan bahwa laporan sudah disampaikan agar proses perbaikan dapat dimulai dalam waktu dekat.

“Kerusakan huntara ini sudah kita laporkan ke BNPB untuk segera kita minta diperbaiki. Kita harap perbaikan huntara bisa dimulai secepatnya untuk memastikan penyintas bencana memiliki hunian layak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BPBD setempat masih melakukan pendataan lebih lanjut di lapangan.

Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks